Banjir Trenggalek
Bupati Mas Ipin Merayu Warga Korban Banjir Trenggalek Agar Mau Mengungsi
Bupati Trenggalek, Mas Ipin, harus membujuk warga agar mau dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Apalagi, banjir diperkirakan akan lama surut
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
TRIBUNMATARAMAN.COM - Hingga Selasa (18/10/2022) petang ada 2.457 kepala keluarga terdampak banjir Trenggalek. Jumlah itu setara 7.440 orang.
Dari keseluruhan korban, masih ada warga yang enggan dievakuasi.
Hal ini terungkap saat Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meninjau beberapa lokasi banjir.
Bupati mengunjungi rumah-rumah yang penghuninya belum mau dievakuasi.
Sehingga bupati yang akrab dipanggil Mas Ipin ini sampai harus merayu warga agar bersedia dievakuasi.
Selain karena keterbatasan kapal karet, beberapa warga memang enggan dievakuasi untuk menjaga barang berharga.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu pun merayu warganya agar mau meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang telah disediakan.
Baca juga: Update Banjir Trenggalek, Masih Ada Warga yang Enggan Dievakuasi Karena Harta Benda
Kepada warga yang masih belum mengungsi, Mas Ipin menjelaskan ihwal prediksi BMKG yang menyebut bahwa hujan masih akan turun dalam dua hari ke depan.
Karenanya, debit air di lokasi banjir diprediksi butuh waktu yang lebih lama untuk surut.
Maka dari itu, para pengungsi diajak untuk ke lokasi yang lebih aman.
"Kami keliling-keliling melakukan imbauan kepada masyarakat. Ramalan BMKG hari ini masih akan turun hujan hingga besok, maka dimungkinkan hari ini mereka pasti akan tergenang dan itu pasti tidak sehat," kata dia.
Baca juga: Banjir Trenggalek Diprediksi Lama Surut, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Baca juga: Pembuangan Bendungan Niyama Diatur Agar Banjir di Trenggalek dan Tulungagung Lekas Surut
Mas Ipin juga menjelaskan, lokasi pengungsian telah disiapkan untuk bermalam. Pihaknya telah memerintahkan kepada petugas untuk menyediakan tempat tersekat untuk pengungsi pria dan wanita.
"Dapur umum juga tersedia di kantor dinas sosial. Jika warga mau mengungsi, distribusinya akan semakin mudah," katanya.
Seperti diketahui, banjir parah menerjang wilayah pusat kota Trenggalek dan sekitarnya.
Data posko kebencanaan mencatat, banjir terjadi di 21 desa/kelurahan di 5 kecamatan.
Lima kecamatan itu, yakni Trenggalek, Pogalan, Karangan, Gandusari, dan Durenan.
(aflahul abidin/tribunmataraman.com)
editor: eben haezer