Tragedi Kanjuruhan

Bantah Kapolda Jatim Dicopot, Polri: 'Kami Senantiasa Mengedepankan Profesionalisme'

Polri membantah ada pencopotan Kapolda Jatim. Kadiv Humas Irjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan Polri mengedepankan profesionalisme dalam tiap tindakan

Editor: eben haezer
Surya.co.id
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta. Aremania mendesak Kapolri mencopot Kapolda Jatim buntut Tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNMATARAMAN.COM - Desas-desus Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta dicopot buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan dibantah oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Dedi menegaskan, pihaknya selalu mengedepankan profesionalisme dalam setiap tindakan. Dedi mengaku hanya menyampaikan hasil identifikasi yang dilakukan tim bentukan Kapolri untuk mengusut kasus Tragedi Stadion Kanjuruhan.

"Tim investigasi bekerja sesuai fakta hukum. Tim tidak berandai-andai dalam bekerja. Saya hanya menyampaikan update dari tim investigasi," ungkapnya.

Baca juga: Untuk Korban Tragedi Kanjuruhan, Chants Arema dan Persebaya Terdengar Bergantian di Tulungagung

Baca juga: Lontaran Gas Air Mata di Tribun Full Penonton Gendong Korban Sekarat Hingga Tewas Laiknya Film Horor

Dedi meminta publik bersabar untuk selalu menanti informasi yang disampaikan oleh Humas Polri terkait insiden usai laga Arema FC melawan Persebaya .

"Kasus ini sudah tahap penyidikan. Kami masih kumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, ahli dan petunjuk lainnya. Baru nanti pada saatnya kita akan menetapkan tersangka," katanya.

Menurut Dedi, ia mengkiaskan penentuan tersangka bukanlah perkara yang sederhana.

"Perlu ketelitian dan kehati-hatian sebelum menetapkan tersangka terhadap seseorang," tutupnya.

Kapolda Jatim Minta Maaf

Sebelumnya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, yang memakan korban jiwa ratusan orang suporter.

Irjen Nico Afinta akhirnya mengakui, adanya kekurangan dalam aspek pelaksanaan pengamanan massa di dalam stadion, saat kerusuhan terjadi. 

Oleh karena itu, Nico berjanji, pihaknya akan mengevaluasi segala aspek yang berkaitan dengan penyelidikan dan penyidikan atas insiden tersebut. 

Ia juga berharap, di masa mendatang, dunia sepak bola Tanah Air semakin berbenah dalam memberikan rasa aman, nyaman dan tentunya pendapatan sektor ekonomi masyarakat. 

"Saya sebagai Kapolda prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam proses pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan. Ke depannya akan kami evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya ke depan adalah pertandingan sepakbola yang aman nyaman dan menggerakkan ekonomi," ujar Irjen Nico saat menjenguk korban luka di RSUD dr Syaiful Anwar (RSSA) Malang, bersama Forkopimda Jatim, Selasa (4/10/2022).

Nico menambahkan, pihaknya bersama tim Mabes Polri akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk korban yang luka mendapatkan bantuan perawatan.

"Bapak kapolri memberikan perhatian secara khusus kepada seluruh korban dengan memberikan bantuan perawatan kepada setiap korban dan diserahkan kepada keluarga masing-masing," katanya.

Selain itu, lanjut Nico, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait perbaikan sarana prasarana yang rusak.

Usai proses kemanusiaan selesai, jenderal bintang dua ini menegaskan akan melakukan proses penegakan hukum kepada siapa saja yang bersalah dalam peristiwa ini.

"Kami akan melakukan proses penegakkan hukum kepada siapa saja yang bersalah setelah proses kemanusiaan selesai. Kami berdoa semoga semua permasalahan ini bisa diselesaikan bersama-sama," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved