Tragedi Kanjuruhan

Lontaran Gas Air Mata di Tribun Full Penonton Gendong Korban Sekarat Hingga Tewas Laiknya Film Horor

"Yang saya sayangkan, stadion Kanjuruhan, tidak berbenah setelah peristiwa Persib dulu yang hanya 1 korban meninggal dunia, itu pun di RS, warga Kepuh

Luhur Pambudi
Dadang Indarto saat menceritakan kembali tragedi Kanjuruhan acara yang digelar KontraS, di kawasan Lapangan Rampal, Blimbing, Kota Malang, Senin (3/10/2022). Lontaran Gas Air Mata di Tribun Full Penonton, Gendong Korban Sejak Sekarat Hingga Tak Bernapas Laiknya Film Horor 

TRIBUNMATARAMAN.COM I SURABAYA- Dadang Indarto, salah satu ASN Pemkot Batu ini menjadi satu di antara ribuan suporter yang menykasikan langsung 'Derbi Jatim' Arema FC vs Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang berakhir kisruh hingga menewaskan ratusan suporter

Bahkan Dadang Indarto sebagai saksi atas lontaran bola gas air mata ke arah tribun yang dipadati penonton.

Pria yang bekerja sebagai PNS ini menceritakan kembali dalam acara yang digelar KontraS, di kawasan Lapangan Rampal, Blimbing, Kota Malang, Senin (3/10/2022).

Baca juga: KontraS Blak-Blakan Tewasnya Ratusan Suporter Dalam Tragedi Kanjuruhan; Kapolda Jatim Harus Dicopot

Baca juga: Nelayan Situbondo Tewas Seketika Setelah Lehernya Ditembus Moncong Ikan Marlin

Baca juga: Kesaksian Relawan Tragedi Kanjuruhan, Jenazah Hanya Digeletakkan Tanpa Ada Kain yang Menutupi

 

Ketika diberi waktu untuk menceritakan kembali peristiwa malam kelabu pada Sabtu (1/10/2022) itu, pria tersebut membuat nafasnya tersengal-sengal.

Ia terpaksa harus tetap mengatur intonasi dan nada bicaranya di hadapan audiens, setenang mungkin,

Padahal dalam benaknya berkecamuk usai melihat kengerian sorak sorai pertandingan sepak bola malam itu.

Ternyata berubah menjadi laiknya adegan film horor.

Kedua bola matanya, memerah, sepertinya ia berusaha membendung air matanya yang akan tumpah, sekuat tenaga.

Baca juga: Kesaksian Andreas Aremania Pasuruan, Hendrik Niat Nolong Aremanita Pingsan Justru Nyawanya Terenggut

Baca juga: Perjuangan Penjual Nasi Goreng Cari Anaknya di Antara Kantung Mayat di 5 RS Dalam Tragedi Kanjuruhan

 

Baca juga: Remaja Yatim Piatu Jember Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Baju yang Dicuci Masih di Jemuran

Baca juga: Aremanita Asal Gresik Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Almarhumah Alumni Ponpes Mambaul Ihsan

 

 

 

Saat itu, ia memulai cerita, bahwa dirinya menonton pertandingan tersebut bersama seseorang temannya, Aremania asal Lampung.

Sebelum peluit panjang tanda laga tersebut bubar, ia bersama temannya memutuskan segera keluar dari tribun 13 melalui tangga.

Tapi ia mengurungkan niatnya. Karena, di tangga menurun tersebut, ternyata puluhan orang sudah tampak berjejal mengantre keluar dari stadion.

"Pada menit 90 tambahan 3 menit, saya mencoba keluar dari pintu gate 13, di tangga itu, sudah penuh. Sehingga saya memutuskan balik, saya bersama dengan teman saya Aremania Lampung, jauh jauh dari Lampung, dia ke sini hanya untuk menonton Arema. Tapi apa yang terjadi yang ditonton adalah film horor," ujar Dadang sapaannya.

Sesaat kembali ke atas tribun, dan peluit panjang melengking mengakhiri pertandingan.

Dadang melihat dengan kepala mata sendiri, beberapa suporter, satu per satu memanjat hingga melompati pagar pinggir stadion untuk berlari ke tengah lapangan.

Baca juga: Mahasiswa UNEJ Jember Asal Probolinggo Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan, Berangkat Pakai Sepatu Baru

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved