Berita Tulungagung

Bocah Tulungagung yang Mencuri Kotak Amal Dieksekusi Kejari, Dirawat di LPKS Rumah Hati Jombang

Pencurian yang dilakukan CA ada unsur pemberatannya, karena dia melompat pagar dan merusak kotak amal. Sehingga dia dijerat pasal pencurian pemberatan

Penulis: David Yohanes | Editor: Anas Miftakhudin
Istimewa
CA (14) (kaus biru) terpidana kasus pencurian kotak amal saat dikirim ke LPSK Shelter Rumah Hati Jombang. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I TULUNGAGUNG
Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung mengeksekusi CA, anak laki-laki berusia 14 tahun yang mencuri kotak amal, Selasa (27/9/2022).

CA telah dijatuhi hukuman pidana anak oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung berupa Tindakan.

Yaitu perawatan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS).

Sebelumnya CA ditangkap polisi karena mencuri kotak amal milik Yayasan Panti Asuhan Al-Husna di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.

"Karena terpidana ini masih anak-anak, maka tidak ada hukuman pemenjaraan," terang Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo, Kamis (29/9/2022).

CA dikirim ke LPKS Shelter Rumah Hati Jombang selama satu tahun.

Sebagai bentuk eksekusi, jaksa mengantarkan langsung CA hingga ke lokasi.

Menurut Agung, sebenarnya perkara ini sudah diputus pengadilan pada 11 Agustus 2022 lalu.

"Setelah putusan pengadilan, baru kemarin bisa kami lakukan eksekusi dengan berbagai pertimbangan," sambung Agung.

Perkara ini bermula pada Juli 2022, Yayasan Panti Asuhan Al-Husna melaporkan pencurian kotak amal miliknya.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap perkara ini dan menangkap CA.

Sebelumnya CA tinggal di panti asuhan ini, namun karena kerap mencuri akhirnya dikeluarkan.

"Setelah dikeluarkan, ternyata dia mengulang perbuatannya," tutur Agung.

Dari kotak amal itu, CA mendapatkan uang Rp 7.200.000.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved