Seleb

Keanehan Hotman Paris Kala Tolak Jadi Pengacara Ferdy Sambo dan PC di Kasus Pembunuhan Brigadir

Keanehan Hotman Paris Kala Tolak Tawaran Jadi Pengacara Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Kasus Pembunuhan Brigadir J

Editor: Rendy Nicko
Instagram Hotman Paris
Hotman Paris dengan Asprinya Iqlima. Keanehan Hotman Paris Kala Tolak Tawaran Jadi Pengacara Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Kasus Pembunuhan Brigadir J 

Korban saat itu setelah ditembak Bharada E.

Melihat kondisi seperti itu, Sambo yang ada di situ langsung mengarahkan tembakan ke kepala belakang Brigadir J.

Bahkan dalam rekonstruksi itu terungkap kata-kata terakhir Irjen Ferdy Sambo kepada Brigadir J sebelum tewas.

Kata-kata terakhir Irjen Ferdy Sambo itu terungkap dalam animasi rekontruksi yang dibagikan Humas Mabes Polri.

Humas Mabes Polri membagikan video animasi rekontruksi kematian Brigadir J.

Video tersebut menunjukkan kronologis dari awal penembakan terhadap Brigadir J.

Tidak seperti rekontruksi yang ditiadakan suaranya, video berdurasi 2 menit 4 detik itu dilengkapi dengan keterangan kalimat yang terjadi dalam peristiwa pembunuhan berencana Brigadir J.

Satu di antara adegan sebelum penembakan terjadi adalah saat Irjen Ferdy Sambo marah dengan Brigadir J.

Luapan kemarahan Ferdy Sambo terjadi beberapa menit sebelum penembakan Brigadir J.

Saat itu, Brigadir J dibawa ke rumah dinas di Komplek Polri Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan.

Di rumah itu, Brigadir J bersama Irjen Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Di sana, Ferdy Sambo melontarkan makian kepada Brigadir J.

Makian dilontarkan lantaran Irjen Ferdy Sambo menganggap ajudannya tersebut telah melakukan hal yang dianggap kurang ajar terhadap dirinya.

Makian ini dikatakan Ferdy Sambo pada pukul 17.12 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved