Kasat Resnarkoba Jadi Kurir Narkotika
Sosok Kasat Narkoba Jadi Kurir Narkotika Pernah Ungkap 1 Ton SS Hingga Bertarung dengan Bandar Gede
AKP Edi Nurdin Massa ditangkap Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di basement Taman Sari Apartemen Mahogani Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022).
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
TRIBUNMATARAMAN.COM - Kasat Resnarkoba Polres Karawang, AKP Edi Nurdin Massa (ENM) yang ditangkap Bareskrim Polri karena menjadi kurir narkotika jenia pil ekstasi pernah mengungkap jaringan internasinal dengan berst 1 ton di Pangandaran.
Sebagai hadiah prestasinya, AKP Edi Nurdin diangkat menjadi Kasat Narkoba Polres Karawang.
Namun kepiawaiannya memelototi sindikat narkoba, AKP Edi Nurdin Massa justru terlena. Polisi berwatak jahat itu justru menjadi kurir pil ekstasi ke tempat dugem di Bandung.
Jumlah narkotika yang dikirim tak main-main sebanyak 1.000 butir pil ekstasi.
Baca juga: Setelah Irjen Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Kini Kasat Narkoba Jadi Kurir Narkotika ke Tempat Dugem
Baca juga: Skandal Polwan dengan Pendeta, Berduaan di Pastori Digerebek Suami dan Teman Polisi Lain
Baca juga: Oknum Polisi Ajak Selebgram Bobok Bareng ke Hotel, Pintu Didobrak Polwan Pakai Linggis
Baca juga: Terbaru Tiga Jenderal dan Pamen Diduga Bakal Terseret Pusaran Sambo, Jabatannya Terancam ?
Tersangka ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di basement Taman Sari Apartemen Mahogani Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/8/2022) pukul 07.00 WIB.
Penangkapan terhadap AKP Edi Nurdin setelah polisi menangkap dua tersangka lain. Yakni JS dan RH.
Sosok AKP Edi Nurdin Massa
Edi Nurdin pernah menuturkan perjalanan kariernya sebagai polisi.
Ia meniti karier lewat jalur Bintara.
Ketika masuk menjadi polisi atau awal menjadi polisi, Edi dinas di Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat.
Ia mendapatkan tugas dari pimpinannya untuk menangkap seorang bandar narkoba dan jaringannya di salah satu tempat hiburan malam.
Edi muda harus menyamar sendiri untuk masuk ke tempat hiburan malam.
Dalam operasi itu Edi tak membawa senjata.
Ia hanya bermodalkan nomor telepon bandar narkoba.
Ia pun harus siap dengan identitas baru dan melepas identitas aslinya untuk mengelabui jaringan narkoba.