Jumat, 10 April 2026

Misteri Pembunuhan Brigadir J

Lima Tanggapan Pengacara Deolipa Yumara Setelah Dicabut Kuasanya Sebagai Pengacara Bharada E

Pengacara Deolipa Yumara mengomentari pencabutan kuasanya sebagai kuasa hukum Bharada E. Berikut lima tanggapan darinya

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist/metro tv
Pengacara Deolipa Yumara 

TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Pengacara Deolipa Yumara mengomentari pencabutan kuasanya sebagai kuasa hukum Bharada E yang kini jadi tersangka pembunuhan terhadap Brigadir J.

Seperti diketahui, sejak 10 Agustus 2022, Deolipa Yumara dan Burhanuddin tak lagi menjadi kuasa hukum untuk Bharada E. 

Sejak itu pula, kuasa diberikan oleh Bharada E kepada Ronny Talapessy. 

Merespon pencabutan kuasa itu, Deolipa Yumara membuat lima pernyataan. 

Baca juga: Inilah Sosok Pengacara Baru Bharada E yang Menggantikan Deolipa Yumara dan Burhanuddin

Pertama, dia menegaskan bahwa dirinya tak punya kepentingan apapun dalam perkara ini. 

Kedua, dia menegaskan bahwa posisinya sebagai pengacara Bharada E adalah penunjukan dari negara. 

"Kedua, Kita ditunjuk oleh negara untuk melakukan pekerjaan pengacara," kata dia dikutip dari tayangan Kompas TV, Jumat (12/8/2022).

"Ketiga, waktu diminta untuk datang ke Mabes Polri, kita lagi tidur. Karena pulang pagi, pingin tidur. Tau-tau diganggu oleh negara supaya melakukan pekerjaan negara, saya turut. Saya nggak tau perkaranya apa dan saya nggak punya kepentingan terhadap perkara ini. Sampai sekarang nggak punya kepentingan," imbuhnya. 

Keempat, Deolipa Yumara tak mempermasalahkan apabila kuasanya dicabut. 

"Ya nggak ada persoalan (dicabut kuasanya), biasa saja kita, perkara banyak kok saya. Cuma, ketika kita mulai dengan si Eliezer (Bharada E) ini dengan doa, saya maunya kita tutup juga dengan doa. Baru clear. Itu saja permintaan saya," urainya. 

Selain itu, dia juga meminta fee senilai paling tidak Rp 15 triliun

"Baru kelima, saya pingin, minta dong jasa pengacara dari negara, ya paling gak 15 triliun biar kita bisa foya-foya, capek lho, lima hari nggak tidur. Kalau nggak dikasih ya saya gugat negara, bebas donk, namanya nggugat," tuturnya. 

Sementara itu, terkait adanya tekanan-tekanan yang dia terima, dia menganggap itu hal yang biasa. 

"Biasa ajalah tekanan-tekanan, santai nggak usah dipusingin," tandasnya. 

Pengganti Deolipa Yumara

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved