Misteri Pembunuhan Brigadir J

Perjalanan Panjang Kasus Pembunuhan Brigadir J Hingga Mengantarkan Ferdy Sambo Sebagai Tersangka

Berikut adalah perjalanan kasus pembunuhan Brigadir J, mulai dari hari terjadinya penembakan hingga akhirnya Irjen Ferdy Sambo dijadikan tersangka

Penulis: eben haezer | Editor: eben haezer
ist
Irjen Pol Ferdy Sambo bersama para ajudannya. Salah satunya adalah Brigadir J yang telah terbunuh. 

Presiden mengatakan bahwa proses hukum atas kejadian tersebut harus dilakukan.

Di hari yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan dibentuknya tim khusus untuk mengungkap kasus tersebut.

Tim khusus ini dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, serta didukung oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Agung Budi Maryo, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, Kabaintelkam Polri Komjen Ahmad Dofiri, dan Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Wahyu Widada.

27 Juli 2022, otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J digelar untuk menjawab keraguan atas hasil otopsi yang dilakukan sebelumnya.

Otopsi ulang dilakukan setelah ada permintaan dari keluarga Brigadir Yosua Hutabarat melalui kuasa hukumnya.

3 Agustus 2022, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara. 

Bharada E dijerat Pasal 338, Juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pembunuhan dengan persekongkolan dan ikut serta.

4 Agustus 2022, sebanyak 25 anggota Polri yang terdiri dari perwira tinggi, menengah, hingga bintara dan tamtama dimutasi karena dianggap menghambat proses penyelidikan serta menghilangkan barang bukti kasus kematian Brigadir J.

Kapolri mengatakan, sebanyak 25 personel yang diperiksa terdiri dari perwira tinggi, menengah, hingga bintara dan tamtama.

"Ada tiga pati bintang 1 berpangkat Brigjen yang diperiksa timsus Polri," kata Kapolri Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Di hari yang sama, Irjen Ferdy Sambo juga menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri. 

Sebelum pemeriksaan, dia membuat statement yang mengejutkan di hadapan media. 

"Semoga keluarga (Brigadir Josua) diberikan kekuatan. Tapi itu semua terlepas dari apa yang dilakukan Brigadir Yosua terhadap istri dan keluarga saya," katanya. 

8 Agustus 2022, polisi menangkap 2 tersangka baru kasus tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved