Misteri Kematian Brigadir Yosua
Bharada E Cerita Detail Menembak Brigadir J, Lima Jam Jalani Pemeriksaan
"Sepanjang yang kami periksa, Bharada E menjelaskan banyak hal. Salah satunya adalah soal menembak," ujar Anam
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Anas Miftakhudin
Selama pemeriksaan berlangsung, Bharada E bangak mengikuti perkembangan kasus Brigadir J di media elektronik.
Bahkan, sebelum mendatangi Komnas HAM, Selasa (26/7/2022), ia sempat menonton YouTube.
“Saya tanya (ke Bharada E), kamu tahu nggak kalau kasus ini menjadi perhatian nasional, disiarkan media-media, dia tahu, kamu nonton tayangan di TV-nya? Dia nonton."
"Bahkan sebelum datang ke Komnas HAM, dia sempat nonton di YouTube, dia tahu ada banyak wartawan di Komnas HAM yang menunggu dia," terang Ahmad Taufan Damanik, dilansir Tribunnews.com.
"Seperti apa kejadiannya, dimulai dari kasusnya bagaimana, juga menjelaskan aspek-aspek lain secara runtut dan tenang," tuturnya, dilansir Tribunnews.com.
Namun, Ahmad menyebut kondisi psikologis Bharada E tak sepenuhnya stabil 100 persen.
Mengingat, ia terlibat dalam kasus besar yang berujung tewasnya seseorang.
"Tetapi tentu saja, kalau dikatakan dia 100 persen stabil ya enggak lah."
"Namanya juga orang yang terlibat dalam suatu kasus besar," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, penyidikan sementara kasus terbunuhnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua di rumah dinas Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo berdasarkan CCTV yang diperoleh dari sejumlah titik mulai menunjukkan titik terang.
Rangkaian CCTV dari sejumlah titik termasuk di rumah utama Irjen Ferdy Sambo di Umah Saguling III.
Informasinya, rombongan Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi pulang dari perjalanan Magelang sekitar pukul 15.30 WIB.
Sekitar 2 menit kemudian masih tampak Brigadir J di rumah utama.
Tak lama kemudian Putri Candrawathi dan Brigadir J melakukan tes PCR di rumah utama.
Sang istri Putri Candrawathi dan ajudan Brigadir J melakukan tes PCR di rumah.