Berita Blitar

Nasib Pilu Pedagang Sapi di Pasar Dimoro Blitar, Ngaku Pendapatan Menurun Sejak Ada Wabah PMK

Jumlah sapi yang masuk ke Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar berkurang sejak terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim. 

Penulis: Samsul Hadi | Editor: faridmukarrom
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
Sejumlah sapi yang baru datang di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, Selasa (17/5/2022).  

TRIBUNMATARAMAN.COM I BLITAR - Jumlah sapi yang masuk ke Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar berkurang sejak terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jatim. 

Sampai sekarang, belum ditemukan kasus PMK pada hewan ternak di Kota Blitar. 

"Jumlah sapi yang masuk di Pasar Hewan Dimoro berkurang, karena sapi dari beberapa daerah yang sudah ditemukan wabah PMK tidak bisa keluar. Untuk Kota Blitar sampai saat ini masih nihil kasus PMK," kata Kepala Disperindag Kota Blitar, Hakim Sisworo, Sabtu (4/6/2022). 

Hakim mengatakan aktivitas perdagangan sapi di Pasar Hewan Dimoro hanya pada hari pasaran Jawa Legi dan Pon. 

Kondisi normal, jumlah sapi yang masuk di Pasar Hewan Dimoro pada hari pasaran Jawa Legi bisa mencapai lebih 1.000 ekor. 

Sekarang, jumlah sapi yang masuk di Pasar Hewan Dimoro pada hari pasaran Jawa Legi sekitar 500-600 ekor. 

"Hari ini merupakan pasaran Legi, sampai pukul 09.00 WIB, sapi yang masuk di Pasar Hewan Dimoro baru sekitar 500-an ekor," ujarnya. 

Dwi, pedagang sapi di Pasar Hewan Dimoro Kota Blitar mengatakan penjualan sapi turun sejak ada wabah PMK. 

Sebelum ada wabah PMK, Dwi biasanya membawa lima sampai enam ekor sapi tiap hari pasaran Jawa Legi di Pasar Hewan Dimoro. 

Tapi, sekarang, ia hanya membawa rata-rata dua ekor sapi saat hari pasaran Jawa Legi di Pasar Hewan Dimoro. 

"Penjualannya turun, kalau harga stabil. Biasanya, saat hari pasaran Legi, saya bawa lima sampai enam ekor sapi pasti habis terjual. Sekarang hanya bawa dua ekor sapi," kata warga Plosokerep, Kota Blitar itu. 

Menurut Dwi, penjualan sapi menurun karena masyarakat masih ragu-ragu membeli sapi karena ada wabah PMK. 

Ia berharap wabah PMK segera selesai agar aktivitas perdagangan sapi kembali normal. 

"Masyarakat masih khawatir beli sapi karena ada wabah PMK. Sapi yang kami jual kondisi sehat. Kami selalu menjaga kebersihan kandang dan makanan sapi," ujarnya. (sha) 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved