Ibadah Haji 2022

Gubernur Khofifah Ajak Calon Jamaah Haji Manfaatkan Aplikasi TeleJemaah Puskes Haji

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajak para calon jamaah haji dari Jatim untuk memanfaatkan aplikasi TeleJemaah Puskes Haji

Editor: eben haezer
Tribun Mataraman / Samsul Hadi
Para calon jemaah haji Kota Blitar mengikuti manasik di Masjid Ar Rahman, Jl Ciliwung, Kota Blitar, Sabtu (28/5/2022). 

Reporter: Yusron Naufal Putra

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyambut positif inisiasi aplikasi TeleJemaah Puskes Haji yang dirancang oleh Kementerian Kesehatan.

Aplikasi ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Khofifah pun berharap hal ini segera disosialisasikan pada para jamaah haji Embarkasi Surabaya yang akan berangkat ke tanah suci.

"Dalam waktu dekat diharapkan para petugas PPIH selain mendampingi para jemaah saat tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya mempersiapkan diri, juga dilakukan sosialisasi maupun edukasi penggunaan aplikasi tersebut," kata Khofifah, Jumat (3/6/2022).

Baca juga: Empat Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat Pada Kloter Pertama, Salah Satunya Wakil Bupati

Menurut Khofifah ini penting. Sebab, aplikasi tersebut sangat bermanfaat dalam membantu para jemaah haji. Mulai dari mengontrol, mempersiapkan dan menjaga kesehatannya selama beribadah ke tanah suci.

Pada menu aplikasi, terdapat input data kesehatan yang terdiri dari tekanan darah, gula darah, saturasi oksigen, suhu tubuh hingga keluhan. Menu pada aplikasi itu juga dapat dimanfaatkan untuk meminta bantuan petugas kesehatan jika diperlukan.

Dalam aplikasi itu juga berisi tentang informasi vaksinasi. Sehingga, data vaksinasi para jemaah bisa diketahui capaian vaksinasi yang sudah dilakukan oleh jemaah haji di kabupaten/kota atau Puskesmas pada saat melakukan vaksinasi terutama meningitis.

Kemudian, dalam aplikasi Telejamaah juga tercantum obat yang sering dibawa oleh para jamaah haji. Lewat aplikasi tersebut, juga bisa menghubungi langsung petugas kesehatan yang menyertai jemaah di dalam suatu kloter.

Jemaah bisa menghubunginya langsung via aplikasi percakapan WhatsApp. Bagi Khofifah, aplikasi tersebut dapat memberikan kemudahan bagi jamaah haji.

"Utamanya bagi jemaah yang sudah berusia dan membutuhkan perhatian dari para petugas haji," ungkap Khofifah.

Untuk diketahui, guna memantau kondisi kesehatan jemaah haji yang berisiko tinggi Kemenkes telah membuat aplikasi bernama TeleJemaah Puskes Haji. Aplikasi ini hanya diberlakukan pada jemaah haji yang berisiko tinggi.

Berdasarkan penjelasan Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana, Selasa (31/5/2022), aplikasi ini bertujuan sebagai media edukasi.

“Tujuannya sebagai media edukasi secara elektronik yang berbentuk aplikasi berbasis Android saat ini dan aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan bisa di download gratis,” katanya dikutip dari Tribunnews.com

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved