Ibadah Haji 2022

45 Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Memilih Mundur, Minta Berangkat Tahun Depan

Sebanyak 45 calon jamaah haji asal Pamekasan Madura yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini, memilih untuk menunda keberangkatan.

Editor: eben haezer
ist
Salah seorang CJH Pamekasan, sedang menunggu di ruang Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu, Kankemenag Pamekasan, Rabu (11/5/2022). 

Reporter: Muchsin Rasjid

TRIBUNMATARAMAN.com | PAMEKASAN - Sekitar 45 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan Madura yang sudah dinyatakan masuk daftar dan berhak berangkat untuk menunaikan ibadah haji, ke Tanah Suci tahun ini, memilih mundur dan meminta ditunda pemberangkatannya tahun depan.

Mereka yang meminta pendundaan sebagian besar adalah pasangan suami istri yang sudah mendaftar bersama dan tidak bisa berangkat bersamaan.

Ilyasak, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaran Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Pamekasan mengatakan, kenapa terdapat pasangan suami istri yang tidak bisa berangkat bersama, padahal pada saat mendaftar bersama. Ini karena pendaftaran lewat online dan ketika diinput, urutannya tiap detik.

Sehingga antara nomor urut suami dan istri itu tidak langsung di urutan di bawahnya, tapi ada yang berjarak 5 sampai 6. Karena yang masuk mendaftar ini secara nasional ke Kemenag Pusat di Jakarta.

Dikatakan, para CJH yang menunda pemberangkatan tahun ini, selain faktor suami dan istri tidak berangkat bersamaan, juga kondisi kesehatan CJH yang belum memungkinkan untuk berangkat tahun ini. Karena dalam ibadah haji ini, dibutuhkan staminya yang benar-benar prima.

“Ya, 45 CJH yang menunda pemberangkatannya itu, sudah masuk porsi dan berhak berangkat tahun ini, karena mereka sudah melunasi pembayaran pada 2020 lalu yang dibuktikan dengan surat tanda pelunasan dari bank,” kata Ilyasak.

Menurut Ilyasak, dari 1.000 CJH Pamekasan yang sudah melunasi pembayaran ongkos naik haji (ONH) dan seharusnya berangkat pada 2020 lalu, namun karena ada pengurangan kuota secara nasional, maka tahun ini, Pamekasan hanya mendapat jatah 45 persen dari 1.000 CJH yang sudah melunasi ONH. Yakni, kuota Pamekasan sebanyak 414 CJH dengan cadangan 70 CJH. Sisanya, kalau tidak ada ketentuan lain, bisa diberangkatkan musim haji tahun depan.

Dikatakannya, sebanyak 414 CJH yang siap diberangkatkan telah berusia maksimal 65 tahun speerti disyaratkan pemerintah Arab Saudi. 

Ilyasak menjelaskan, dari 414 CHJ berikut 70 CJH cadangan, yang sudah melakukan konfirmasi ke kantor ini (Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kankemenag Pamekasan) dengan membawa bukti setoran pelunasan ONH, sudah 55 persen. Batas waktu konfirmasi CJH, mulai Senin (9/5/2022) hingga Jumat (20/5/2022) mendatang.

Diungkapkan, khusus 70 CJH cadangan ketika konfirmasi ke sini, juga harus membawa pelunasan ONH ke bank dan membuat surat pernyataan, siap berangkat dan siap tidak berangkat.

Diakui, walau secara nasional CJH Indonesia ini akan diberangkatkan mulai Sabtu (4/6/2022) mendatang, namun untuk keberangkatan CJH Pamekasan, melalui Embarkasi Surabaya, masih belum diputuskan. Termasuk kelompok terbang (kloter) berapa, juga belum ada ketentuan.

 “Yang pasti, untuk CJH Pamekasan hanya terbagi dalam satu kloter,” imbuh Ilyasak.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved