Waspada Hepatitis Misterius

Surabaya Belum Temukan Kasus Hepatitis Akut, Masyarakat Diminta Waspada

Pemkot Surabaya hingga saat ini belum menemukan kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya (etiologi).Tapi warga diimbau tetap waspada

Editor: eben haezer
ist
Ilustrasi 

Reporter: Bobby C Koloway

TRIBUNMATARAMAN.com | SURABAYA - Pemkot Surabaya hingga saat ini belum menemukan kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya (etiologi). Sekali pun demikian, Pemkot mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan pengawasan. 

Data Dinas Kesehatan Surabaya, saat ini belum ada laporan terkait penemuan kasus hepatitis akut di Kota Pahlawan.

Meski begitu, Dinas Kesehatan telah meminta setiap fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) untuk meningkatkan upaya dan kesiapsiagaan mewaspadai potensi kasus tersebut.

Baca juga: Dinkes Tulungagung Meminta Semua Faskes Waspada Hepatitis Akut yang Belum Diketahui Penyebabnya

Hal ini dengan terbitnya Surat Edaran bertanggal 28 April 2022.

"Surat Edaran itu menindaklanjuti SE Kementerian Kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina, Kamis (5/5/2022). 

SE Kemenkes tersebut bernomor HK 02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya pada tanggal 27 April 2022.

Di antaranya, meningkatkan kewaspadaan dini. Terutama, melalui masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan.

Bagi setiap rumah sakit, Dinkes Surabaya meminta agar melakukan pengamatan semua kasus sindrom jaundice akut yang tidak jelas penyebabnya. Masing-masing ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

"Kemudian, melakukan Hospital Record Review (HRR) terhadap Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya sejak tanggal 01 Januari 2022 dan melaporkan segera jika ada penemuan kasus potensial sesuai indikasi kasus tersebut," jelas Nanik.

Sedangkan bagi setiap Puskesmas, akan melakukan penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada seluruh masyarakat Kota Surabaya. Termasuk menggiatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten dalam berkegiatan sehari-hari dan di lingkungan tempat tinggal. 

"Selain itu, juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mengakses Fasyankes (Puskesmas setempat) apabila mengalami sindrom jaundice," ujar dia.

Dinkes juga meminta setiap Puskesmas agar memantau dan melaporkan kasus sindrom jaundice akut secara rutin melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Baik gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Selain itu, seluruh Puskesmas di Surabaya agar melakukan penguatan jejaring kerja surveilans lintas program dan lintas sektor di masing-masing wilayah kerja. "Segera memberikan notifikasi (pelaporan melalui SKDR) apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun penemuan kasus ke Dinkes Kota Surabaya," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved