Penangkapan Pengeroyok Ade Armando

Dua Orang Ditangkap Polisi dan 4 Orang Buron Kasus Penganiayaan Ade Armando Saat Demo 11 April

Pihak kepolisian akhirnya mengamankan dua orang pengeroyok pegiat media sosial Ade Armando.

Editor: faridmukarrom
tribunnews.com
Ade Armando saat diselamatkan polisi dari amukan massa 

Polisi berhasil menyelamatkan nyawa Ade setelah menembakkan gas air mata.

Ade digiring puluhan polisi masuk ke Gedung DPR, dan kemudian langsung dibawa ke RS Siloam, Jakarta Selatan.

Akibat pengeroyokan itu Ade mengalami pendarahan di otak belakangnya.

"Kondisinya itu hasil CT Scan tadi malam, itu menunjukan Bang Ade pendarahan di otak belakang. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi," ujar sahabat Ade, Nong Darol Mahmada di RS Siloam, Selasa (12/4).

Baca juga: Jumlah Tersangka Pengeroyok Ade Armando Masih Bisa Bertambah, Empat Orang Ditetapkan Sebagai Buron

Nong mengatakan Ade Armando dirawat di High Care Unit (HCU) dari Unit Gawat Darurat (UGD). Hingga kemarin dokter terus memantau kondisi Ade setiap dua jam sekali.

Pemantauan itu untuk mengawasi kesadaran Ade. Kondisi Ade Armando, kata Nong, sudah membaik pasca pengeroyokan itu. Meski begitu, menurut Nong, hal tersebut belum dapat menjadi patokan.

"Karena hasil CT itu masih terus menerus, hasilnya kan seperti itu, ada pendarahan. Intinya itu harus dipantau terus dirontgen pagi ini kepalanya untuk memastikan itu," tutur Nong.

Ade, kata Nong, juga mengeluhkan sakit pada hidungnya. Dokter THT telah melakukan pemeriksaan terhadap hidung Ade

. "Kemarin waktu diperiksa itu kalau hidung enggak patah. Tapi tiba-tiba dia ngerasa kayak ada sesuatu gitu. Memang harus dipantau lagi diperiksa beneran apakah ada yang serius atau nggak," ungkap Nong.

Sementara itu sejumlah kalangan mengecam pengeroyokan terhadap Ade Armando. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud meminta polisi mengusut kasus itu.

“Saya atas nama pemerintah menyayangkan apa yang menimpa saudara Ade Armando di akhir-akhir acara, di mana terjadi penganiayaan yang brutal,” ujar Mahfud dalam keterangan video, Selasa (12/4).

Mahfud sudah meminta Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menangkap para pelaku tindak kekerasan terhadap Ade.

"Siapa pun pelakunya, apa pun motifnya, apa pun afiliasi politiknya, supaya ditindak tegas secara hukum," ujar eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Mahfud menyebut, ika tindakan kekerasan dibiarkan terus menerus, akan sangat berbahaya untuk keutuhan sebuah negara.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pelaku Pengeroyokan Ade Armando di Lokasi Demo 11 April, ini Identitasnya

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved