Breaking News:

Berita Kediri

255 Anak Yatim Terdampak Pandemi Covid-19 Dapat Perhatian Pemkot Kediri 

sebanyak 255 anak yatim/piatu mendapatkan assesment dari Pemkot Kediri. Mereka akan mednapatkan pendmapingan dan bantuan.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eben haezer
tribunmataraman.com/didik mashudi
Anak yatim-piatu terdampak Pandemi Covid 19 di Kota Kediri mendapatkan pendampingan dari Pemkot Kediri. 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Sosial dan Barenlitbang Kota Kediri berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) atas dukungan dari UNICEF menggelar Assessment Kebutuhan Anak Yatim Piatu.

Sumedi, Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Kediri mengungkap, dalam assesment melibatkan tenaga pendamping, yang berasal dari 3 orang Pekerja Sosial, 3 orang petugas DP3AP2KB, serta 3 orang dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Tujuan diselenggarakannya assesment  untuk mengedukasi orangtua atau pengasuh seputar metode parenting.

“Sementara wali mereka mengikuti sharing metode parenting, anak-anak dikasih penguatan psikologi awal, yang mana anak-anak yang masih di bawah 5 tahun atau SD dikasih psikologi supaya anak-anak tersebut diberi penguatan agar bisa mencapai cita-citanya kelak,” jelasnya, Rabu (29/12/2021).

Tercatat sebanyak 255 anak yatim/piatu yang mendapatkan assesment dari Pemkot Kediri. Rinciannya, 83 anak dari Kecamatan Kota, 85 dari Kecamatan Mojoroto, serta 87 anak dari Kecamatan Pesantren. 

Pemkot Kediri ingin menggali data serta kebutuhan dari masing-masing anak agar dapat dirumuskan ke dalam program kegiatan serta wujud dukungan yang tepat kepada mereka, terutama yang berkaitan dengan layanan dasar seperti jaminan pendidikan dan kesehatan. 

Sementara Chevy Ning Suyudi, Kepala Barenlitbang Kota Kediri menjelaskan, pola assesment dilakukan melalui permainan anak yang difasilitasi dalam bentuk recreational kit berisi alat-alat permainan edukatif yang telah disiapkan oleh Unicef.

Selain melalui permainan anak, assesment dilakukan dengan metode trauma healing. 

“Jadi anak-anak itu dilihat, apabila di dalam dirinya ada trauma yang berat ada pendampingan psikologi untuk memulihkan kembali agar anak itu pulih kembali. Sedangkan untuk orang tua ada pendidikan parenting dari LPA Tulungagung. Trauma healing ini dilakukan sampai traumanya selesai,” jelasnya.

Tujuan kegiatan ini supaya anak-anak terpetakan. Jadi ada anak yang butuh bantuan pendidikan siapa saja dan berapa banyak, yang butuh bantuan ekonomi siapa akan tercatat semua.

Selanjutnya data digunakan untuk merencanakan bantuan dan dukungan yang tepat bagi anak-anak. "Ini merupakan usaha untuk mendukung masa depan mereka” tandasnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved