Breaking News:

Press Release

AJI Mendesak Komisi Yudisial (KY) Memantau Persidangan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Nurhadi

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta Komisi Yudisial untuk turut memantau persidangan perkara penganiayaan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi.

Editor: eben haezer
dok.AJI Surabaya
Sejumlah anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menggelar aksi di depan PN Surabaya setelah berakhirnya sidang perdana perkara penganiayaan terhadap Nurhadi, Jurnalis Tempo di Surabaya, Rabu (22/9/2021) 

TRIBUNMATARAMAN.com | JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) beraudiensi dengan Komisi Yudisial (KY) yang diwakili oleh Komisioner KY Sukma Violetta pada Senin, 1 November 2021.

Audiensi ini membahas kasus penganiayaan yang menimpa jurnalis Tempo, Nuhadi di Surabaya pada 27 Maret lalu.

Ketua Umum AJI Indonesia, Sasmito Madrim menyampaikan bahwa kasus kekerasan terhadap Nurhadi dengan dua terdakwa anggota kepolisian, yakni Bripka Purwanto dan Brigadir Muhammad Firman Subkhi telah dibawa ke meja hijau. Proses persidangan tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya.

Baca juga: AJI Surabaya Kritik Perspektif Pengacara Terdakwa Penganiaya Jurnalis Nurhadi

Sasmito berharap proses peradilan perkara tersebut memberikan rasa keadilan bagi korban. Karena kasus tersebut telah mencederai demokrasi dan kebebasan pers di tanah air.

“AJI meminta Komisi Yudisial melakukan pengawasan selama proses persidangan agar transparan dan berkeadilan,” kata Sasmito.

Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Erick Tanjung mempertanyakan keputusan majelis hakim PN Surabaya yang tidak menahan kedua terdakwa. Tanpa penahanan, kedua terdakwa menjadi ancaman bagi korban, mengingat korban mengalami trauma atas penganiayaan tersebut. Di samping itu Nurhadi hingga saat ini masih dalam pengawasan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sejak proses penyidikan di Polda Jawa Timur, kedua pelaku tidak pernah ditahan. Mereka juga tidak pernah diberi sanksi di internal kepolisian. Begitu pula saat perkara dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, sampai saat ini Purwanto dan Firman bebas berkeliaran sebagai seorang terdakwa.

“Kami sangat menyesalkan keputusan majelis hakim yang tidak menahan kedua pelaku,” ujar Erick.

Baca juga: Dua Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis Nurhadi Mulai Disidang, AJI Berharap Peradilan yang Bersih

Merespons persoalan itu, Sukma Violetta sebagai komisioner KY mengatakan telah menerima pengaduan AJI dan akan terus melakukan pemantauan proses persidangan perkara kekerasan jurnalis Nurhadi.

“KY sesuai dengan kewenangannya menerima pengaduan dari masyarakat untuk melakukan pemantauan proses peradilan. Terutama perkara-perkara yang mempunyai dampak besar terhadap masyarakat. Kalau wartawan saja diperlakukan seperti itu, bagaimana dengan warga biasa,” kata Sukma.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved