Berita Trenggalek

Kelompok Masyarakat Tolak Tambang Emas di Trenggalek, Begini Kata PT Sumber Mineral Nusantara

PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP), buka suara terkait penolakan kelompok masyarakat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: eben haezer
Tribun Mataraman/ Aflahul Abidin
Demo penolakan tambang di Kabupaten Trenggalek 

TRIBUNMATARAMAN.COM | TRENGGALEKPT Sumber Mineral Nusantara (SMN), pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP), buka suara terkait penolakan kelompok masyarakat soal rencana eksploitasi tambang emas di Kabupaten Trenggalek.

Kepala Teknik Tambang PT SMN Max Lavian mengatakan, pihaknya menghargai hak kelompok masyarakat yang menyuarakan penolakan terhadap tambang emas di Kabupaten Trenggalek.

“Namun kami menilai keberadaan tambang emas di Trenggalek dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di wilayah area kami beroperasi,” kata Max, lewat siaran tertulis yang diterima, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Update Covid-19 di Jawa Timur 27 Oktober 2021, Pemkab Trenggalek Bangun Ruang Isolasi Rp 150 Miliar

Peningkatan kesejahteraan yang ia maksud, yakni terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa menerima manfaat dari program tanggung jawab sosial perusahaan.

“Selain itu, pemerintah daerah dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) melalui pajak, retribusi, dan pendapatan bukan pajak lainnya dari kegiatan operasional tambang kami,” sambung dia.

Max mengatakan, pihaknya senantiasa bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menjalankan kaedah praktik pertambangan yang baik.

“Demi kelangsungan dan kelestarian lingkungan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,” sambung Max.

Tekait pertemuan yang sempat didemo para aktivis lintas organisasi Senin (25/10/2021), ia mengatakan pertemuan tersebut tak tertutup.

Pertemuan itu, lanjut Max, digelar berdasarkan undangan resmi dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur.

“Yang merupakam tindaklanjut salah satu rangkaian proses dalam memperoleh Pertimbangan Teknis IPPKH (Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan) di atas lahan Negara (Perhutani) yang diajukan oleh PT SMN.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Dinas terkait dari Kabupaten Trenggalek,” terang Max.

Diberitakan sebelumnya, kelompok warga dan pemuda yang tergabung dalam Alinasi Rakyat Trenggalek menggelar aksi lanjutan terkait penolakan tambang emas di wilayah tersebut, Senin (25/10/2021).

Pada aksi kali ini, mereka mendatangi Hotel Hayam Wuruk di Jalan Soekarno-Hatta, Pusat kota Trenggalek.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved