Breaking News:

Berita Kediri

BPCB Jatim Identifikasi Objek Cagar Budaya yang Unik Langka di Plosoklaten Kediri

BPCB Jawa Timur menyebut bahwa temuan arca Kala di desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, memiliki keunikan.

tribunmataraman/farid mukarrom
Temuan arca Kala di Plosoklaten kabupaten Kediri 

TRIBUNMATARAMAN.com | KEDIRI - Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur mengidentifikasi temuan benda objek diduga cagar budaya pada 13 dan 14 September 2021.

Identifikasi yang dilakukan oleh BPCB Jawa Timur ini atas laporan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri atas temuan di Desa Klanderan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Dalam temuan itu terdapat satu objek cagar budaya berupa kala. Kala sendiri adalah hiasan candi yang melambangkan waktu, maut dan hitam yang terletak di bagian tangga candi.

Benda itu diketahui pertama kali  ditemukan Cahyo Umar Guritno, warga setempat, saat membersihkan sungai di sekitar rumahnya, pada april 2021.

Kemudian atas dasar temuan itu maka tim dari BPCB melakukan observasi terhadap objek temuan Kala.

Hasilnya bisa dipastikan bahwa temuan itu merupakan objek cagar budaya yang diduga sudah ada sejak era zaman kerajaan Kediri.

Nonuk Cristiana, Kasub Pengamanan dan Penyelamatan BPCB Jawa Timur menyampaikan bahwa objek kepala Kala yang ditemukan itu cukup unik.

"Karena bentuknya memiliki keunikan kelangkaan  yang tidak umum ditemukan di Jawa Timur," ungkapnya kepada TRIBUNMATARAMAN.com, Selasa (14/9/2021).

Dikatakan Nonuk bahwa pihaknya melakukan identifikasi bahwa diduga di sekitar penemuan kala terdapat pemukiman masa kuno.

"Setelah kita lakukan survei di permukaan kala, gerabah dan keramik, komponen itu mengindikasikan bahwa di situ pernah ada pemukiman kuno," jelasnya.

Sementara itu Nonuk menduga bahwa objek Kala itu merupakan benda yang berada di era masa Kerajaan Kadhiri.

"Dilihat dari artefak, kepala kalanya memiliki dagu dan masa jawa tengahan, ditemukan di daerah situ bisa dihubungkan dengan masa kediri, hal ini terbukti dari temuan kramiknya, dan fragmen gerabahnya," terangnya.

Nonuk menyampaikan pesan kepada penemu kala bahwa untuk selanjutnya ia menyarankan benda ini ini diamankan di museum milik pemerintah Kabupaten Kediri.

"Kemudian kalau itu tidak bisa dilakukan oleh pemiliknya, misal ingin dipertahankan maka pemiliknya harus bertanggung jawab memelihara dan tempat yang layak, sebagai objek cagar budaya," ungkapnya.

Ia juga meminta kepada penemu Kala agar objek cagar budaya ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran.

"Jadi harus welcome dengan kegiatan pelestarian," tandasnya.

Seperti yang diketahui sebelumnya Warga Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri menemukan objek cagar budaya purbakala.

Lokasi penemuan ini berada di dekat sungai Dusun Sugihwaras Desa Klanderan Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri.

Penemu objek cagar budaya ini diketahui bernama Cahyo Umar Guritno (56) warga setempat.

Pak Yoyok panggilan akrab Cahyo Umar Guritno mengungkapkan bahwa ia menemukan kepala kala saat bersihkan lokasi sekitar sungai.

"Waktu itu saya sedang bersihkan sungai, di sisi sebelah barat, dan tak sengaja temukan batu, setelah diangkat itu seperti benda kuno," ujarnya Selasa (13/4/2021).

Tak hanya temukan Kala, Yoyok mengatakan bahwa sekitar 200 meter dari lokasi penemuan, ia juga temukan benda balok batu kuno.

“balok-balok batu dan lumpang batu ini ditemukan warga saat menggali jamban,” imbuhnya.

Sementara itu informasi penemuan benda purbakala ini juga sudah diketahui oleh Komunitas Pasak Kadhiri (komunitas penyelamat dan pemerhati sejarah budaya).

Afifudin salah seorang anggota Pasak Kediri, mengatakan bahwa temuan Kepala kala yang ditemukan di Desa Klanderan ini dipahatkan pada batu andesit berbentuk persegi panjang.

"Kala ini digambarkan dengan tanpa rahang bawah, kedua bola mata terukir bulat melotot," jelasnya.

"Kemudian kedua telapak tangan mengapit pipi dan telinga dengan mengacungkan dua jari sedangkan hidungnya terukir menonjol dengan guratan-guratan diatasnya," ujarnya..

Sementara itu Kasi Museum dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Priatno mengatakan bahwa Kepala Kala dapat ditemukan tepat berada di ambang pintu sebuah candi.

"Dari hasil pengukuran, panjang Kepala Kala berukuran 60 sentimeter, lebar 23 senti meter, tinggi 26 sentimeter, dan tebal 13 sentimeter," ujarnya.

“Dari gaya pahatannya, kepala kala ini identik seperti gaya pada periode Jawa Tengahan,” sambung Eko Priatno.

Menurut Eko Priatno pihaknya akan  akan berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur dan pihak desa  Klanderan.

"Untuk mengetahui keaslian temuan tersebut pihaknya perlu melihat material yang digunakan serta bidang pahatnya. Insyaallah besok kami akan meninjau ke lokasi,” pungkasnya.

Penulis: Farid Mukarom
Editor: eben haezer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved