Musim Giling 2026
PG Mojopanggung Mulai Giling Pada 3 Juni 2026, Berharap Rendemen Tinggi dengan Dukungan Cuaca Baik
PG Mojopanggung Akan Mulai Giling 2026 Pada 3 Juni, Berharap Rendemen Tinggi Dengan Dukungan Cuaca Baik
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Pabrik Gula Modjopanggoong (PG Mojopanggung) akan mulai memanaskan mesin giling pada Senin (1/6/2026).
Sementara tebu mulai dimasukkan ke dalam penggilingan pada Rabu (3/5/2026).
Plh General Manager PG Mojopanggung, Qiqien Gunarko, berharap tahun ini rendemen bisa di angka 7-8 persen.
“Tahun ini cuaca sangat mendukung. Harapannya target rendemen bisa tercapai,” ujar Qiqien.
Musim giling 2025 lalu terkendala cuaca ekstrem di semua wilayah penghasil tebu untuk PG Mojopanggung.
Baca juga: Desa Bajang Ngluyu Tak Lagi Blank Spot, Diskominfo Nganjuk Perkuat Infrastruktur Internet
Kemarau basah menyebabkan hujan turun hampir di sepanjang tahun, menyebabkan rendemen tebu rendah.
Saat itu rendemen tebu hanya sekitar 6 persen, sehingga biaya produksi meningkat.
“Tahun lalu kami genjot produksi dengan menambah kuantitas tebu yang digiling. Namun rendemen memang rendah,” tambahnya.
Qiqien sangat berharap peremajaan tanaman tebu lewat program bongkar ratoon.
Program ini digadang-gadang bisa meningkatkan produktivitas tebu dan jaminan ketersediaan bahan baku gula.
Dengan peningkatan produktivitas, maka penghasilan petani juga akan meningkat.
“Jika penghasilan petani meningkat, maka mereka akan selalu punya komitmen untuk menanam tebu. Ini bentuk dukungan swasembada pangan,” jelasnya.
Penanaman benih baru ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas tebu yang dihasilkan.
Tanaman baru juga akan meningkatkan rendemen, yang mempengaruhi jumlah gula yang dihasilkan.
PG Mojopanggung pernah menjadi yang terbaik di PT Sinergi Gula Nusantara, saat musim giling 2024 dengan rendemen tertinggi.
Memori kejayaan itu diharapkan bisa diulang di musim giling 2026 ini, dengan dukungan cuaca yang baik.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Usulkan Peremajaan Tanaman Tebu Seluas 1.055 Hektare, Petani Ingin Pupuk Subsidi
Tahun ini PG Mojopanggung menargetkan bisa menggiling tebu sebanyak 446.123 ton dengan masa giling selama 161 hari.
Jumlah tebu itu didapat dari 6.783 hektare lahan petani di Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
Kapasitas giling yang dicanangkan minimal 2.864 ton tebu per hari (TCT), dengan target produksi gula 33.705 ton.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)
| Pemkab Tulungagung Usulkan Peremajaan Tanaman Tebu Seluas 1.055 Hektare, Petani Ingin Pupuk Subsidi |
|
|---|
| Diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah, PG Ngadiredjo Target Giling 11 Juta Kuintal Tebu |
|
|---|
| Jawa Timur Jadi Kunci Swasembada Gula Nasional, Khofifah Genjot Bongkar Ratoon Tebu di Kediri |
|
|---|
| Tanda Siap Giling, PG Meritjan Gelar Slow Firing di Hari Kebangkitan Nasional 2026 |
|
|---|
| Andalan MKSO Kebun Dhoho di Musim Giling 2026, Grab Loader Bisa Angkut Tebu 1.900 Ton Per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pelaksanaan-program-bongkar-ratoon-tebu-di-Desa-Pinggirsari-Tulungagung-Sabtu-2352026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.