Kamis, 14 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Anak SD di Tulungagung Terpapar Terorisme, Kini Didampingi Unit PPA

UPT PPA Tulungagung Masih Dampingi Siswa SD Yang Terpapar Kelompok Teroris

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/David Yohanes
Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Tulungagung, Dwi Yanuarti, Rabu (13/5/2026) 

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Tulungagung masih mendampingi siswa kelas 6 SD yang terpapar kelompok teroris.

Siswa ini sebelumnya berkenalan dengan perekrut kelompok radikal melalui gim daring.

Selanjutnya siswa ini dimasukkan dalam grup Telegram yang berisi doktrin untuk melakukan aksi terorisme.

“Dia ketahuannya saat  masih tahap awal. Tapi kalau diteruskan, masuknya doktrin terorisme,” jelas Kepala UPT PPA Kabupaten Tulungagung, Dwi Yanuarti.

Baca juga: Aparat Gabungan Inspeksi Toko Minuman Beralkohol, Respons Aduan Masyarakat

Keberadaan siswa ini dalam grup terorisme diketahui dari pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Proses deradikalisasi dilakukan sejak awal Desember 2025, hingga saat ini sudah membuahkan hasil.

Dari sikapnya yang sebelumnya tertutup dengan orang lain, kini terbuka dan berkomunikasi dengan ceria.

“Dulu kalau ketemu orang pasti menunduk, tidak mau melihat wajah. Sekarang dia sudah ceria, berkomunikasi dengan siapa saja,” sambung Dwi.

Saat ini UPT PPA terus berkomunikasi dengan orang tua siswa ini untuk pengawasan, sekaligus mengarahkannya ke hal positif.

Pendampingan terakhir UPT PPA, membawa siswa ini ke psikolog untuk mengetahui bakat dan sisi positifnya.

Pemetaan bakat dan psikologi ini penting untuk mengarahkannya di kemudian hari, agar tidak tertarik pada paham radikalisme.

Baca juga: Pemkot Kediri Minta Petugas Turun ke Lapangan, Hindari Data Tak Valid yang Buat Bantuan Meleset

“Ternyata dia senang gim daring, kami salurkan lewat organisasi Esport. Kami ikutkan setiap kali ada turnamen,” ungkap Dwi.

Pengawasan Orang Tua

UPT PPA juga menekankan pengawasan dari orang tua selama proses pendampingan.

Menurut Dwi, siswa ini sebenarnya ingin validasi diri untuk menunjukkan dirinya hebat.

Dalam proses ini dia salah pergaulan, hingga masuk dalam jaringan komunikasi kelompok garis keras.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved