Sabtu, 18 April 2026

Ramadan 2026

Dinkes Tulungagung Uji Sampel 30 Mamin Sentra Takjil Ramadan GOR Lembupeteng

Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi makanan dan minuman di Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara di GOR Lembupeteng

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
UJI SAMPEL - Proses uji sampel makanan dan minuman dari Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) di GOR Lembupeteng, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (26/2/2026) sore. Dinas Kesehatan dan BPOM Kediri mengambil 30 sampel untuk uji rodamin B, formalin, metanil yellow, dan boraks, hasilnya semua negatif.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi makanan dan minuman yang dijual di Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) di GOR Lembupeteng, Kamis (26/2/2026) sore.

Kegiatan yang dilakukan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri ini untuk memastikan keamanan setiap makanan dan minuman di pusat takjil Ramadan ini.

Dinkes mengambil sampel acak sebanyak 30 makanan dan minuman untuk diuji menggunakan test kit, dengan metode rapid test.

"Kegiatan ini rutin kami lakukan, karena Dinkes sebagai pembina UMKM terkait keamanan pangan," ujar Desi Lusiana Wardani.

Inspeksi keamanan pangan selalu dilakukan setiap Ramadan di sentra penjualan takjil.

Tes meliputi kandungan bahan pewarna tekstil rodamin B dan metanil yellow, serta bahan pengawet boraks dan formalin.

Hasil tes, semua sampel tidak ada yang mengandung 4 bahan berbahaya itu.

"Tidak ada makanan yang ditemukan mengandung bahan berbahaya. Semua aman dikonsumsi," ucap Desi.

Hasil uji sampel, lanjut Desi, menunjukkan upaya edukasi kepada UMKM produsen makanan dan minuman siap jadi berjalan baik.

Edukasi itu dinilai membuahkan hasil, karena tidak ada penggunaan zat pewarna atau pengawet berbahaya.

"Upaya edukasi ini sudah lama dilakukan. Mereka mematuhi apa yang disampaikan Dinkes," katanya.

Selain uji sampel, Dinkes juga melakukan edukasi langsung pada proses penjualan makanan dan minuman.

Baca juga: Puluhan Anggota Kepolisian di Kota Kediri Jalani Tes Urine Mendadak

Fokusnya pada prosedur penjamah makanan, dan faktor kebersihannya.

Mereka yang sudah menerima edukasi dan mempraktikkan diberi tanda stiker di tenda tempat berjualannya.

"Stiker itu tanda sudah menerima sosialisasi. Tidak ada masalah yang berarti," ucap Desi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved