Minggu, 7 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Pantauan Dishub dan Satpol PP,  Ada Warga Mengaku Pungut Uang Parkir di Tulungagung

Masih banyak kantong-kantong parkir di Kabupaten Tulungagung yang dijalankan warga setelah diberlakukan parkir berlangganan

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
PARKIR BERLANGGANAN - Petugas Dinas Perhubungan menyosialisasikan parkir berlangganan kepada tukang parkir tidak resmi di Jalan Dr Soetomo Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/2/2026) malam. Pemkab Tulungagung kembali memberlakukan parkir berlangganan, sehingga tidak boleh ada lagi segala bentuk pungutan pada kendaraan berpelat nomor Tulungagung yang parkir di bahu jalan.  

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Masih banyak kantong parkir di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dijalankan warga setelah diberlakukan parkir berlangganan sejak 1 Januari 2026.

Hal ini terungkap saat kegiatan pantauan parkir yang dilakukan Dinas Perhubungan  (Dishub) bersama Satpol PP Tulungagung, Rabu (4/2/2026) malam.

Bahkan ada yang mengakui masih memungut uang parkir dari pemilik kendaraan.

Seperti di depan sebuah cafe di Jalan Dr Soetomo, tukang parkir tak resmi justru minta solusi saat petugas Dishub melarang memungut uang parkir.

Di titik lain, ada juga yang dengan alasan membantu mengatur sepeda motor, masih menerima pemberian uang dari pemilik kendaraan.

Kabid Prasarana dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan parkir.

Sebab jika ada aduan dari masyarakat, maka akan menjadi pungutan liar.

“Awal bulan kemarin kami lakukan pemantauan pagi sampai siang, hari ini kami coba malam. Ternyata lebih crowded (penuh sesak),” katanya.

Lanjutnya, pantauan ini belum disertai dengan upaya penindakan, hanya sebatas sosialisasi.  

Mahendra mengaku akan menggandeng TNI dan Polri pada pemantauan berikutnya.

Kegiatan ini akan dilakukan berkala untuk memastikan kebijakan parkir berlangganan yang dijalankan Pemkab Tulungagung.

“Selama pantauan ini kami memang tidak melihat ada yang sengaja menarik uang parkir, tidak tahu kalau lain hari. Parkir berlangganan memudahkan, karena kita tidak perlu mengumpulkan uang receh,” jelasnya.

Awal pemberlakuan parkir berlangganan ini, banyak masyarakat pemilik kendaraan bermotor yang belum tahu.

Mereka masih membayar uang parkir ke petugas parkir tidak resmi.

Ada juga masalah warga Tulungagung yang menggunakan kendaraan berpelat luar daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved