Selasa, 28 April 2026

Berita Terbaru Kabupaten Tulungagung

Giliran Beras Premium di Pasar dan Supermarket Tulungagung Dipantau

Bulog bersama Satgas Pengendalian Harga Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak harga beras di swalayan dan pasar

Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
MENCERMATI KEMASAN - Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana dan Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi mencermati kemasan beras premium di salah satu supermarket saat inspeksi mendadak (Sidak), Rabu (31/12/2025). Sidak ini untuk memastikan harga beras premium dan medium terkendali selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bulog bersama Satgas Pengendalian Harga Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga beras di swalayan dan pasar, Rabu (31/12/2025).
  • Sasaran kali ini utamanya ditujukan untuk memantau harga beras kualitas premium yang ada di pasaran.

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Bulog bersama Satgas Pengendalian Harga Kabupaten Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) harga beras di swalayan dan pasar, Rabu (31/12/2025).

Sasaran kali ini utamanya ditujukan untuk memantau harga beras kualitas premium yang ada di pasaran.

Selain memastikan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), petugas gabungan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satreskrim Polres Tulungagung, dan Bulog Tulungagung memantau kemungkinan adanya pelanggaran kemasan.

“Kami melakukan monitoring  selama Nataru (Natal dan Tahun Baru) untuk harga beras. Harga masih aman, semua di bawah HET baik premium maupun medium,” jelas Kepala Disperindag Tulungagung, Fajar Widariyanto, saat sidak di Bravo Supermarket Tulungagung.

HET untuk beras medium Rp 13.500 per kg, sedangkan beras premium Rp 14.900 per kg.

Menurut Fajar, beras menjadi perhatian karena menjadi komoditi kebutuhan utama warga.

Jika harga beras melambung, maka terjadi gejolak dan kenaikan harga-harga lain.

“Jika harga beras stabil maka masyarakat merasa aman. Yang lain-lain kan penunjang saja,” ucapnya.

Baca juga: Tren Gagal Ginjal Naik, RSUD Trenggalek Tambah Mesin Cuci Darah Dua Kali Lipat 

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Ryo Pradana N, mengaku penting untuk memantau lonjakan harga saat Nataru.

Alasannya, saat Nataru kebutuhan beras naik sehingga sering dimanfaatkan spekulan menaikkan harga untuk meraup keuntungan besar.

Secara spesifik beras premium jadi perhatian, karena beras jenis ini yang paling banyak sering di permainkan.

“Sejauh ini di Tulungagung belum ada temuan kasus. Tapi di daerah lain sudah ada,” ungkap Ryo.

Lanjut Ryo, pengawasan harga intens dilakukan agar pelaku yang akan menaikkan harga berpikir dua kali.

Setidaknya mereka akan tahu, meski ada di daerah pinggiran mereka tidak bisa beraksi karena pengawasan aparat dan pihak terkait.

Dengan pengawasan intens diharapkan harga beras premium juga tetap stabil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved