Selasa, 19 Mei 2026

Hari AIDS Sedunia

Peringati Hari AIDS Sedunia, Pegiat HIV/AIDS Tulungagung Bagikan Bunga dan Leaflet di Simpang TT  

Berbagai elemen pegiat HIV/AIDS Kabupaten Tulungagung menggelar aksi simpatik, dalam rangka Hari AIDS Sedunia 2025, di bundaran TT

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/David Yohanes
BUNGA DAN LEAFLET - Pegiat HIV/AIDS di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur membagikan bunga dan leaflet di simpang TT, dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, Senin (1/12/2025). Jumlah akumulatif pengidap HIV/AIDS di Tulungagung 2006-2025 sebanyak 4.350 orang, 1.000 di antaranya meninggal dunia, sementara angka prevalensi 40 per 100.000 penduduk 

Dalam rentang Januari-September 2025 ada 359 temuan kasus baru, sedangkan sepanjang 2024 lalu ada 395 temuan kasus baru.

Dari temuan kasus baru ini, 15-20 persen di antaranya adalah usia remaja, 15-19 tahun.

“Kalau dari sisi pekerjaan, tertinggi memang wiraswasta. Tapi di posisi kedua adalah ibu rumah tangga,” ungkap Desi.

Maraknya ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV karena suaminya suka berganti pasangan seksual.

Para ibu rumah tangga di usia produktif ini juga berisiko menularkan HIV ke anaknya.

Dari total pasien HIV/AIDS, sekitar 1.000 orang meninggal dunia, 1.300 aktif mengonsumsi ARV, sementara sisanya lepas dari pengawasan.

“Ini PR besar kita, karena tanpa ARV perkembangan virusnya akan sangat cepat. Mereka berisiko menularkan HIV ke orang lain,” tegas  Desi.

Lebih lanjut, ada perubahan sasaran penanganan HIV/AIDS saat ini dibanding 10-2- tahun lalu.

Sebelumnya penanganan HIV/AIDS fokus ke populasi kunci, seperti pekerja seks komersial (PSK) dan pengguna narkotika.

Namun saat ini sasaran pada kalangan remaja, untuk memberi edukasi sedini mungkin tentang HIV/AIDS.

“Tujuannya memberi pengetahuan ke remaja, sehingga mereka tahu pencegahan HIV/AIDS. Saat mereka tumbuh dewasa bisa menghindarinya,” ucap Desi.

Saat ini ada 30 Puskesmas dan 3 rumah sakit yang memberikan layanan ARV secara gratis.

Sementara 4 rumah sakit lainnya dalam proses, sehingga ke depan ada 34 fasilitas kesehatan yang melayani ARV.

Harapannya ARV bisa diakses ke semua layanan kesehatan di Kabupaten Tulungagung.

“Stok ARV kita masih aman,” katanya.

Angka kasus baru HIV/AIDS per tahun Kabupaten Tulungagung masuk 10 besar Jawa Timur.

Tingkat kasus baru di angka 40 dari 100.000 penduduk.

Sedangkan untuk angka akumulasi, Kabupaten Tulungagung ada di urutan 12 di Jawa Timur.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved