Senin, 8 Juni 2026

Peringatan 1 Abad NU

Kantor GKJW Malang Tempat Transit Jemaah Peringatan 1 Abad NU, Harmoni Antarumat Beragama

Toleransi antarumat beragama dan persaudaran terbukti dan tampak nyata dalam peringatan 1 Abad NU di Kota Malang, 7 - 8 Februari 2026

Tayang:
Penulis: Rifky Edgar | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Rifky Edgar
Para jemaah Nahdliyin saat transit di Kantor Majelis Agung GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Wilayah Jawa Timur di Jalan S Supriadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, sebelum menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Malang pada Sabtu (7/2/2026). 

Meski bersifat transit, fasilitas yang disediakan dinilai cukup membantu jemaah. 

"Fasilitas di sini ada toilet, tempat istirahat sementara, dan konsumsi gratis. Ini sangat membantu kami," katanya.

Ia pun berharap, di usia satu abad ini, NU semakin kokoh dan memberi manfaat luas bagi bangsa. 

"Semoga NU semakin maju, semakin kuat, dan memberikan manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Agung GKJW, Pendeta Natanael Hermawan, menyebut penerimaan jemaah Nahdliyin bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari ikhtiar merawat persaudaraan lintas iman yang telah terjalin lama.

"Ketika saudara-saudara dari PCNU Kota Surabaya datang dan menyampaikan maksudnya, kami langsung menyambut dengan sukacita. Ini bukan hanya soal transit, tetapi ikhtiar merawat persaudaraan antara GKJW dan Nahdlatul Ulama," ungkapnya.

Persaudaraan NU dan GKJW 

Pendeta Natanael juga menyinggung kedekatan historis antara NU dan GKJW

Ia menyebut, NU dan GKJW yang sama-sama lahir dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

NU berdiri 1926 di Tebuireng, Jombang, dan GKJW yang lahir pada 1931 di Mojowarno, Jombang, memiliki akar sejarah yang berdekatan secara waktu maupun geografis.

Tak hanya itu, Kantor Majelis Agung GKJW di Malang juga memiliki nilai historis tersendiri. 

Terutama berkaitan dengan Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Gus Dur pernah mengajar di tempat ini selama tujuh tahun, dari 1974 sampai 1981, tentang Teologi Islam atau Islamologi kepada para pendeta," jelasnya.

Peristiwa transit jemaah NU ini pun disebut sebagai napak tilas persaudaraan para pendahulu. 

Pihak GKJW ingin meneruskan relasi baik yang sudah dirintis sebelumnya oleh para pendiri.

Agar persaudaraan ini tetap lestari sebagai sesama anak bangsa, khususnya di Jawa Timur dan Kota Malang.

"Kami punya area sekitar tiga hektare. Karena Malang dingin dan ini malam hari, kami sediakan teh, kopi panas, juga ‘pala pendem’, supaya saudara-saudara Nahdliyin tidak masuk angin," tandasnya.

Momentum Mujahadah Kubro 1 Abad NU ini pun menjadi potret hidup toleransi di Malang, ketika perbedaan keyakinan justru menguatkan persaudaraan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved