Senin, 8 Juni 2026

Ketel Uap Tahu Meledak di Malang

 Polisi Selidiki Penyebab Meledaknya Ketel Uap Pabrik Tahu di Pakisaji Malang

Polisi masih menyelidiki peristiwa ketel uap tahu meledak di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Luluul Isnainiyah
TKP: Kondisi TKP pabrik tahu usai ketel uap meledak, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026). Satu korban dikabarkan meninggal dunia.  

Ringkasan Berita:
  • Polisi masih menyelidiki peristiwa ketel uap tahu meledak di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) pagi. 
  • Peristiwa tersebut menyebabkan Purnomo (47) warga Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang meninggal dunia

TRIBUNMATARAMAN.COM, MALANG - Polisi masih menyelidiki peristiwa ketel uap tahu meledak di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) pagi. 

Peristiwa tersebut menyebabkan Purnomo (47) warga Desa/Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang meninggal dunia. 

"Penyabab ketel uap meledak kini masih kami lakukan penyelidikan intensif," kata Kapolsek Pakisaji, AKP Sunarko Rusbiyanto. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Sutojayan digegerkan dengan suara ledakan berasal dari arah pabrik tahu milik Mummad Ridwan (50).

Warga kemudian berkumpul dan memadati tempat kejadian perkara (TKP). 

Sunarko menambahkan ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. 

"Saksi menerangkan sekira pukul 05.30 WIB, korban sudah berada di pabrik tahu. Saat itu korban berada di depan tungku atau ketelan berbahan plat," jelasnya.

Disebutkan Sunarko, ketel tersebut berukuran 700 liter dengan tinggi 1,2 meter dan diameter 70 sentimeter. Ketel ini dilengkapi dengan pengukur tekananan otomatis. 

Fungsi dari mesin ini adalah untuk memasak air yang menggunakan bahan bakar kayu dalam proses pembuatan tahu.

Pada saat kejadin korban seorang diri tanpa ditemani siapapun. 

"Korban saat itu sedang duduk di sebelah timur ketelan dan menghadap ke ketelan, sedangkan saksi sedang mencuci kedelai di dalam rumah," sambungnya. 

Baca juga: Jalur Wisata Jalan Raya Besole Tulungagung Banjir Lumpur Merah

Selang beberapa menit, saksi mendengar suara ledakan cukup keras. Seketika ia berlari menuju ke sumber suara. Saksi pun berusaha mencari korban.

Didapati, korban sudah tergeletak sekitar 3 meter dari tungku kayu. 

"Saksi mendapati tangan kiri korban sudah hilang dan korban sudah ditutupi dengan abu dengan kondisi sudah tidak bernyawa," tuturnya. 

Sedangkan pemilik pabrik tahu tidak ada di lokasi karena sedang mengecek stok tahu di toko pelanggan.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian sudah mendatangi TKP dan melakukan olah TKP.

Sedangkan korban sudah dievakuasi untuk dibawa ke RSSA Kota Malang.

(Luluul Isnainiyah/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved