Banjir dan Longsor di Tulungagung
Jalur Wisata Jalan Raya Besole Tulungagung Banjir Lumpur Merah
Lapisan lumpur tebal menutupi permukaan Jalan Raya Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
Penulis: David Yohanes | Editor: Sri Wahyuni
Ringkasan Berita:
- Lapisan lumpur tebal menutupi permukaan Jalan Raya Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026).
- Lapisan lumpur ini membuat kendaraan, terutama sepeda motor harus berjalan ekstra hati-hati karena licin.
- Sejumlah pemotor terjatuh karena roda depannya tergelincir lumpur tebal.
- Lumpur juga masuk ke permukiman warga yang ada di sepanjang jalan ini
TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Lapisan lumpur tebal menutupi permukaan Jalan Raya Desa Besole, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (31/1/2026).
Lapisan lumpur ini membuat kendaraan, terutama sepeda motor harus berjalan ekstra hati-hati karena licin.
Sejumlah pemotor terjatuh karena roda depannya tergelincir lumpur tebal.
Lumpur juga masuk ke permukiman warga yang ada di sepanjang jalan ini.
Material lumpur ini adalah sisa banjir kiriman dengan skala besar, pada Jumat (30/1/2026) malam.
Banjir ini disebabkan air dari arah pegunungan yang hutannya gundul, di kawasan selatan desa ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung bersama pemadam kebakaran menyemprotkan air, untuk membersihkan lumpur ini.
“Semalam memang hujan deras luar biasa. Air yang dari atas (pegunungan) ikut membawa lumpur,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji, Sabtu (31/1/2026) saat memimpin pembersihan.
Baca juga: Banjir Besar Melanda Desa Ngentrong Tulungagung, Air dan Lumpur dari Pegunungan
Air dari pegunungan ini meninggalkan material lumpur di setiap daerah yang dilewati, termasuk Jalan Raya Besole.
Jalan ini akses ke lokasi wisata pesisir selatan, seperti Pantai Popoh, Pantai Sidem, Pantai Gemah, Pantai Midodaren dan juga pantai-pantai di Kabupaten Trenggalek.
Ketebalan lapisan lumpur ini antara 10cm sampai 15 cm meter.
“Di Jalan Raya Besole saja panjangnya sekitar 500 meter. Total ada 3 titik yang tertutup lumpur,” sambung Sudarmaji.
BPBD dibantu sebuah alat berat dari PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT) untuk membersihkan lumpur.
Kepala Desa Besole, Suratman, mengatakan banjir pada Jumat malam paling parah terjadi.
“Beberapa kali banjir, tapi kemarin itu yang paling parah. Air dari arah atas datang membawa lumpur,” ujarnya.
Banjir dan Longsor di Tulungagung
hutan gundul di pegunungan selatan Tulungagung
Banjir Bandang
Banjir
Kecamatan Besuki
Kabupaten Tulungagung
Desa Besole
TribunMataraman.com
Multiangle
Meaningful
Banjir Lumpur merah
| Banjir Lumpur Tiap Tahun, FKH Tulungagung Anggap Perhutani dan Pemkab Tak Serius Pulihkan Hutan |
|
|---|
| Banjir Besar Melanda Desa Ngentrong Tulungagung, Air dan Lumpur dari Pegunungan |
|
|---|
| Tiga Fasilitas Kesehatan di Tulungagung Terdampak Banjir, Puskesmas Besole Kemasukan Lumpur |
|
|---|
| KBM di SDN 1 Besole Tulungagung Ditiadakan, Ruang Kelas Kebanjiran Lumpur Merah dari Pegunungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/banjir-Lumpur-desa-Besole-tulungagung.jpg)