Jumat, 5 Juni 2026

Libur Natal dan Tahun Baru

Rawan Bencana Alam, PT KAI Daop 7 Madiun Mitigasi Sejumlah Perlintasan Sebidang Kereta Api

Pihak PT KAI Daop 7 Madiun mengecek perlintasan sebidang (JPL) ekstra, yang dinilai rawan bencana alam

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Humas KAI Daop 7 Madiun
MITIGASI - PT KAI Daop 7 Madiun meninjau perlintasan sebidang (JPL) ekstra, yang dinilai rawan bencana alam, pada JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2,di petak jalan Caruban–Babadan, yang rawan tanah longsor di KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan, serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 sampai dengan KM 160+0 antara Babadan–Madiun, Selasa (23/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pihak PT KAI Daop 7 Madiun mengecek perlintasan sebidang (JPL) ekstra, yang dinilai rawan bencana alam.
  • VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi menerangkan, pemantauan dilakukan pada JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2,di petak jalan Caruban–Babadan, yang rawan tanah longsor di KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan, serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 sampai dengan KM 160+0 antara Babadan–Madiun

TRIBUNMATARAMAN.COM, MADIUN - Pihak PT KAI Daop 7 Madiun mengecek perlintasan sebidang (JPL) ekstra, yang dinilai rawan bencana alam.

VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi menerangkan, pemantauan dilakukan pada JPL 123 KM 153+6/7 dan JPL 122 KM 1/2,di petak jalan Caruban–Babadan, yang rawan tanah longsor di KM 135+2/6 antara Bagor–Saradan, serta daerah rawan amblesan pada KM 158+0 sampai dengan KM 160+0 antara Babadan–Madiun.

“Pemantauan ini memastikan keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” terang Ali Afandi, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, sebagai lanjutan penguatan keselamatan dilaksanakan Tilik Lintas pada area Stasiun Talun–Sumbergempol. 

Tilik Lintas diawali dari Stasiun Talun dengan fokus pemeriksaan kondisi emplasemen, fasilitas pelayanan pelanggan, ruang PPKA, serta perlintasan sebidang

“Kegiatan tersebut diikuti oleh Quality Control Operasi, Quality Control Jalan dan Jembatan, Quality Control Sintelis Daop 7, serta Tim Safety Inspector,” imbuhnya.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan ke Stasiun Garum. Pada kesempatan tersebut, VP Daop 7 Madiun memberikan arahan langsung kepada petugas yang berdinas.

“Kami juga menggelar simulasi Tunjuk Sebut Jalur, sebagai penguatan budaya keselamatan kerja. Kegiatan berlanjut ke Stasiun Rejotangan dan berakhir di Stasiun Sumbergempol,” jelasnya.

Baca juga: Diduga Akan Lakukan Investasi Bodong, Imigrasi Blitar Deportasi 3 WNA Pakistan

VP KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi, menegaskan pentingnya kewaspadaan dan komunikasi bahaya selama masa Angkutan Nataru.

“Pemantauan merupakan bagian dari langkah preventif untuk memitigasi potensi gangguan perjalanan Kereta Api, khususnya pada masa puncak Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya .

Pihaknya menegaskan, keselamatan merupakan prioritas utama. Seluruh petugas diharapkan lebih waspada, peduli, dan aktif menyampaikan potensi bahaya sekecil apa pun, yang dapat mengganggu perjalanan kereta api.

“Pelayanan kepada pelanggan harus terus ditingkatkan dengan tetap menjaga kesehatan serta menerapkan budaya 5R di lingkungan kerja,” tegasnya.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menambahkan, rangkaian pemantauan dan Tilik Lintas ini merupakan wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan andal.

“Melalui langkah-langkah preventif ini, KAI Daop 7 Madiun terus memperkuat kesiapan operasional demi mendukung kelancaran Angkutan Nataru, sejalan dengan semangat Semakin Melayani,” tandas Tohari.

(Febrianto Ramadani/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved