Jumat, 24 April 2026

Libur Natal dan Tahun Baru

Blue Fire Redup, Ribuan Wisatawan Tetap ke Kawah Ijen Selama Libur Nataru

Kunjungan liburan natal dan tahun baru ke taman wisata alam (TWA) Kawah Ijen mencapai ribuan orang

Penulis: Sinca Ari Pangestu | Editor: Sri Wahyuni
Istimewa/Wisatawan Kawah Ijen
PALTUDING - Suasana Paltuding TWA Kawah Ijen di Kabupaten Bondowoso-Banyuwangi, Jawa Timur saat libur tahun baru 1 Januri 2026. Jumlah kunjungan hanya 800an pendaki saat tahun baru. 

Ringkasan Berita:
  • Kunjungan liburan natal dan tahun baru ke taman wisata alam (TWA) Kawah Ijen mencapai ribuan orang.
  • Meskipun blue fire atau api biru sempat ramai dikabarkan redup.
  • Atraksi api biru atau blue fire merupakan satu keunikan di kawasan Gunung Ijen, selain kawahnya yang permukaan berwarna hijau tosca

TRIBUNMATARAMAN.COM, BONDOWOSO - Kunjungan liburan natal dan tahun baru ke taman wisata alam (TWA) Kawah Ijen mencapai ribuan orang.

Meskipun blue fire atau api biru sempat ramai dikabarkan redup.

Atraksi api Biru atau blue fire merupakan satu keunikan di kawasan Gunung Ijen, selain kawahnya yang permukaan airnya berwarna hijau tosca.

Blue fire inilah yang menjadi magnet wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Ateki Arisandi, Penjaga Situs Ijen, menerangkan berdasarkan data kuota daring, lonjakan pengunjung terjadi sejak 24, 25, dan 26 Desember 2025.

Secara berurutan jumlahnya yakni 800, 1.500, dan 2.000 pengunjung.

Sementara kunjungan wisata pada malam pergantian tahun Kamis (1/1/2026) tercatat ada 803 wisatawan.

"Puncaknya pada 26 Desember lalu, kuota 2.000 tiket online ludes diborong pengunjung," jelasnya dikonfirmasi pada Kamis (1/1/2026).

Baca juga: Mecel Bareng Mbak Wali, Kuliner Pecel Tumpang Ramaikan Peresmian Jalan Stasiun Kediri

Namun begitu, pengunjung masih didominasi oleh wisatawan lokal. Sementara segmen wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan negara di luar Asia, merosot drastis.

Ini diketahui dari laporan hotel di Bondowoso dan Banyuwangi yang menunjukkan penurunan okupansi dibanding tahun sebelumnya.

"Saat blue fire padam, turis asing langsung drop. Itu kan memang menjadi salah satu magnet utamanya," kata pria yang juga anggota Tourist Information Center Disparbudpora Bondowoso itu.

Ateki menerangkan sebenarnya meski api biru belum pulih sepenuhnya, sejumlah pendaki mulai dapat mengabadikan moment blue fire di Kawah Ijen.

"Tanggal 26 kemarin memang ada pendaki yang dapat blue fire, bahkan menunjukkan dokumentasinya ke saya di TIC,” ucapnya.

Ateki menyebut, pada malam libur di kawasan kemping dan titik kumpul parkir, pengunjung lokal didominasi Bali, disusul Jember dan Surabaya.

Sementara wisatawan mancanegara masih didominasi Asia, terutama Tiongkok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved