Minggu, 26 April 2026

Berita Jatim

Konferda dan Konfercab Tunjukkan Soliditas, Disiplin dan Kesiapan PDI Perjuangan Hadapi Perubahan

Konferda dan Konfercab Tunjukkan Soliditas, Disiplin dan Kesiapan PDI Perjuangan Hadapi Perubahan

Editor: Rendy Nicko
Istimewa
Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam. 

Namun, Surokim menekankan cara penyampaian narasi tersebut harus kontekstual dan sensitif terhadap keragaman sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat di daerah.

"Pendekatan komunikasi politik harus empatik dan membumi. Narasi ideologi tidak cukup disampaikan secara normatif, tetapi harus hadir dalam bahasa yang dipahami publik dan diterjemahkan dalam tindakan nyata," kata Surokim.

Sementara, Pengamat Politik Universitas Airlangga (UNAIR) Airlangga Pribadi melihat Konferda dan Konfercab serentak ini sebagai sinyal PDIP tengah memasuki fase konsolidasi serta perjuangan politik baru.

Menurut Airlangga, agenda serentak ini mencerminkan upaya partai untuk menegaskan kembali politik berbasis ideologi di tengah menguatnya pragmatisme politik dan praktik politik jangka pendek.

"PDIP sedang membangun antitesis terhadap politik uang dan politik tanpa keberpihakan yang nyata. Konsolidasi ini menunjukkan bahwa partai ingin meneguhkan kembali politik ideologis yang adaptif terhadap perubahan zaman," ujar Airlangga.

Airlangga menambahkan pembumian ajaran Bung Karno sebagai fondasi ideologi partai menjadi semakin relevan di tengah transformasi sosial dan teknologi yang memengaruhi preferensi pemilih, terutama generasi muda dan generasi Z (Gen Z).

Menurut Airlangga, tantangan ke depan adalah bagaimana ideologi tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa, medium, dan program yang mampu menjangkau kelompok pemilih baru tanpa kehilangan substansi.

Airlangga juga menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan yang berjalan seiring dengan regenerasi kader. Menurut Airlangga, kesinambungan mencerminkan stabilitas ideologis dan organisasi, sementara regenerasi membuka ruang bagi kader-kader baru untuk berkontribusi dan memperluas daya jangkau politik partai.

"Kepemimpinan yang teruji secara ideologis, berintegritas, dan dekat dengan persoalan rakyat menjadi kunci navigasi partai dalam menghadapi perubahan zaman," kata Airlangga.

Kedua pengamat sepakat tantangan terbesar PDIP ke depan bukan semata persaingan antarpartai, melainkan perubahan perilaku pemilih yang semakin rasional dan cair.

Pemilih kini cenderung menilai kinerja, keberpihakan kebijakan, serta manfaat konkret yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, konsistensi antara nilai ideologis, program kerja, dan kinerja nyata dinilai menjadi faktor penentu daya saing partai.

Dengan budaya organisasi yang tertib, disiplin tinggi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial dan politik, PDIP dinilai memiliki modal kuat untuk menjaga soliditas internal sekaligus meneguhkan perannya sebagai partai ideologis yang tetap relevan dan berkelanjutan di tengah tantangan masa depan. (*)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman

(TribunMataraman.com)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved