Senin, 8 Juni 2026

Bocah Tewas Tenggelam di Bangkalan

Polisi Olah TKP Enam Santri Bocah Tewas di Bangkalan, Berikut Identitas Mereka

Polisi melakukan olah TKP  tewasnya enam orang bacah di kubangan air Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan

Tayang:
Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Ahmad Faisol
TELAN KORBAN : Kubangan air di kawasan Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan merenggut nyawa 6 bocah santri setelah tenggelam pada Kamis (20/11/2025) petang. Lokasi kejadian dipadati warga di kala Personel Unit Inafis Satreskrim Polres Bangkalan menggelar olah TKP hingga pukul 21.30 WIB 
Ringkasan Berita:
  • Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara  tewasnya enam orang bacah di kubangan air Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Kamis (20/11/2025) malam.
  • Wakapolres Bangkalan, Kompol Hosna Nurhidayah memimpin olah TKP tersebut.
  • Keenam bocah yang meninggal di kubangan air bukit kapur itu adalah santri

TRIBUNMATARAMAN.COM, BANGKALAN – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara  tewasnya enam orang bacah di kubangan air Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Kamis (20/11/2025) malam.

Wakapolres Bangkalan, Kompol Hosna Nurhidayah memimpin olah TKP tersebut.

Keenam bocah yang meninggal di kubangan air bukit kapur itu adalah santri.

Identitas keenam santri berdasarkan dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan adalah Louvin Al Baru (9), asal Sambikerep, Surabaya; Salman Al Farisi (9), asal AStapah, Kabupaten Sampang; Rosyid Inul Yakin (10), asal Tambak Dalem, Surabaya; Reynand Azka Mahardika (9), asal Sambikerep, Surabaya; Moh Nasiruddin Adrai (9), asal Panggung, Sidoarjo; dan Muhammad Akhtar Muzain Ainul Izzi (7), Kalimas Surabaya / Desa Parseh, Kecamatan Socah.

Olah TKP yang digelar personel Unit Inafis Satreskrim Polres Bangkalan juga dihadiri sejumlah saksi santri dewasa di sebuah kubangan air Bukit Jaddih, Desa Parseh, Kecamatan Socah.

Di sela gelaran olah TKP, Kompol Hosna didampingi Kapolsek Socah,, Iptu Pariadi berdialog dengan beberapa saksi santri yang sudah berusia remaja. Dalam catatan pihak kepolisian, para saksi itu berinisial AND, RG, dan KL.

“Ada santri selamat dan lapor ke ustadzah kalau adiknya hilang. Santri kecil tadi main tahan napas, tapi tidak balik (muncul) lagi, tiba-tiba sandal mereka ngambang semua,” ungkap saksi AND kepada Hosna.  

Baca juga: BREAKING NEWS Enam Bocah Tewas Tenggelam di Kubangan Air Bukit Kapur Bangkalan

Beberapa saat sebelum kejadian, lanjutnya, beberapa santri lainnya sedang berlatih untuk persiapan lomba Ilmu Bahasa Arab, Hadist, dan Bahasa Inggris yang akan berlangsung di Kabupaten Mojokerto.

Di sela penjelasan AND, Hosna mempertanyakan kenapa para santri bocah memasuki area TKP, sementara di situ terdapat sebuah portal.

“Anak-anak kecil memang dilarang ke sana, tapi sembunyi-sembunyi ke sana, (berangkat) satu-satu. Pertama turun ke (air) bawah, tiba-tiba hilang, kemudian dibantu sama teman-temannya tetapi hilang semua,” pungkas AND.

Kapolsek Socah, Ipta Pariadi mengungkapkan, informasi awal yang diterima pihak kepolisian berdasarkan data dan keterangan dari sejumlah saksi dan pengurus, awalnya enam bocah santri korban tenggelam itu mengikuti latihan untuk persiapan lomba.

“Namun tanpa diketahui ustad, mereka lepas sehingga sampai lokasi tempat mereka tenggelam, lomba-lomba mewakili Bangkalan. Betul, enam korban itu adalah santri. Mereka tenggelam di bekas galian, tadi sempat kami evakuasi ke Puskesmas Jaddih,” ungkap Pariadi.  

Baca juga: Makelar di Tulungagung Gondol Uang Penjualan 9 Mobil Senilai 864 Juta

“Keluarga sudah datang ke puskesmas untuk membawa pulang jenazah para korban santri. Setelah dilakukan identifikasi dan membuat surat pernyataan tidak berkenan untuk diotopsi,” pungkas Pariadi.

(Ahmad Faisol/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved