Senin, 11 Mei 2026

Kapal Terbakar di Samudera Hindia

KRONOLOGI Terbakarnya Kapal Ikan KM Anugerah Indah 18 di Samudera Hindia 

Berikut kisah ABK KMP Anugerah Indah 18 menjelang kapal terbakar dan tenggelam di Samudera Hindia, menewaskan 1 orang dan 7 terluka

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Aflahul Abidin
SELAMAT - Muhammad Ilman Setiadi salah satu ABK KM Anugerah Indah 18 saat ditemui di RSUD Blambangan. Ia selamat dari tragedi terbakarnya kapal ikan di perairan Samudera Hindia. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BANYUWANGI - Program Saksi Kata Tribun Jatim Network menghadirkan Muhammad Ilman Setiadi, seorang anak buah kapal (ABK) KM Anugerah Indah 18 yang terbakar dan tenggelam di Samudera Hindia.

Pemuda yang akrab dipanggil Ucil ini merupakan korban selamat dalam peristiwa itu.

Kepada wartawan Tribun Jatim Network di Banyuwangi, Jawa Timur, Ucil menceritakan detik-detik terbakarnya kapal ikan itu.

Kapal Ikan KM Anugerah Indah 18 terbakar di Samudera Hindia, tepatnya di sisi selatan jauh Pulau Sumbawa, Rabu (8/10/2025). 

Seorang anak buah kapal (ABK) bernama Kasudi (47), warga Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah meninggal dunia. Sementara tujuh ABK mengalami luka bakar.

KM Anugerah Indah 18 merupakan kapal yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Sekitar sebulan sebelum terbakar, kapal ikan itu berangkat dari Pelabuhan Tanjungwangi, Kabupaten Banyuwangi untuk mencari ikan.

Kapal membawa 24 kru dan seorang kapten.

Muhammad Ilman Setiadi atau yang akrab disapa Ucil, salah satu ABK selamat dalam peristiwa tersebut bercerita, kapal berangkat mencari ikan pada pertengahan September dari Pelabuhan Tanjungwangi.

"Tujuannya ke arah perairan Lombok, koordinat 117. Itu memang daerah operasi kami biasanya. Biasanya memang narik ikan di situ," kata warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu saat ditemui di RSUD Blambangan, Sabtu (11/10/2025).

Baca juga: Relawan SPPG Deyeng Kediri Dibekali Ilmu Keamanan Pangan, Siap Dukung Program MBG 

Selama sebulan sebelum kapal terbakar, ia mengaku tak pernah mendengar ada masalah pada mesin kapal. Mesin baru bermasalah beberapa saat sebelum kejadian naas itu.

"Waktu kejadian, sekitar jam 11 siang, semua ABK sedang istirahat. Tiba-tiba ada yang teriak, 'Bangun, kebakaran! Keluar asap!'. Kami semua langsung bangun, estafet ambil air biar apinya padam," ceritanya.

Proses pemadaman awalnya terlihat membuah hasil. Asap menipis dan percikan api sempat hilang.

Sekitar lima ABK bagian mesin mencoba masuk ke kamar mesin untuk menghidupkan kembali kapal. Tapi dalam hitungan detik, ledakan terjadi.

Ledakan cukup besar itu melukai lima kru di kamar mesin dan tiga kru yang berdiri tak jauh dari tempat tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved