Senin, 8 Juni 2026

Keracunan Makan Bergizi Gratis

Giliran Siswa SD di Bojonegoro Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Dugaan keracunan menu makan bergizi gratis juga dialami siswa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur

Tayang:
Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Tangkapan Layar
KERACUNAN MBG - Tangkap layar korban diduga keracunan progam MBG di SDN Semanding Bojonegoro saat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mereka mendadak sakit diduga mengalami keracunan usai menyantap program makan bergizi gratis (MBG), Rabu (24/9/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BOJONEGORO - Dugaan keracunan menu makan bergizi gratis juga terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (24/9/2025).

Sebelumnya, enam siswa SMK di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, juga diduga keracunan menu MBG, Rabu (24/9/2025). 

Di Bojonegoro, dugaan keracunan ini menimpa tujuh siswa sekolah dasar negeri (SDN) di Desa Semanding Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.

Mereka mendadak sakit diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG), Rabu (24/9/2025).

Mereka mengalami gejala antara lain pusing, mual hingga lemas. Para siswa kemudian dilarikan ke unit pelayanan kesehatan terdekat.

Namun, setelah mendapatkan penanganan awal mereka kemudian dirujuk ke IGD RSUD Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Desa Semanding, Suharto membenarkan kejadian keracunan yang dialami oleh para siswa tersebut.

Menurutnya, ada beberapa siswa yang diantarkan menggunakan mobil siaga desa untuk dirujuk di RSUD Bojonegoro.

"Empat siswa dilarikan ke IGD. Alhamdulillah, tiga sudah bisa pulang dan satu masih dirawat," ujar Suharto.

Baca juga: Enam Siswa SMK di Tuban Diduga Keracunan MBG, Alami Sesak Napas dan Muntah

Suharto menyayangkan terjadinya insiden siswa diduga keracunan karena menu MBG.

Lebih lanjut, Dia menyebutkan bahwa selama pelaksanaan program tersebut pemerintah desa sama sekali tidak pernah diajak berkoordinasi.

Dari informasi yang ia dengar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program tersebut berasal dari Desa Campurejo, Bojonegoro.

"Yang saya dengar SPPG-nya berada di Desa Campurejo, dan selama program berjalan tidak pernah dilibatkan atau diberitahu pernah adanya MBG di Desa Semanding," tambahnya. 

Sementara itu, salah satu orang tua murid Wiwin, menyebut  ada tujuh anak di kelas 5 yang mengalami gejala diduga keracunan.

Mereka mengalami pusing, mual hingga lemas sehingga harus mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved