Kamis, 4 Juni 2026

Idul Adha 2026

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Kediri Capai 1,05 Ton, Dipelihara Intensif Selama Tiga Tahun

Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Kediri Capai 1,05 Ton, Dipelihara Intensif Selama Tiga Tahun

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Isya Anshori
SAPI KURBAN - Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri meninjau langsung sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto di Desa Pule Kecamatan Kandat, Selasa (26/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri meninjau langsung sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kabupaten Kediri menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Sapi kurban tersebut merupakan milik peternak Kamalul Asfiyak warga Desa Pule, Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri.

Sapi berjenis limosin cross atau persilangan antara limosin dan simental itu memiliki bobot mencapai 1 ton 50 kilogram dan rencananya akan disembelih di Masjid Jami’ At Taqwa Desa Mojo Kecamatan Mojo.

Peternak Kamalul Asfiyak mengatakan sapi tersebut telah dipelihara sejak usia 13 bulan dan kini telah berumur sekitar tiga tahun.

Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Kota Blitar Dibeli dari Peternak Kediri

Menurutnya, perawatan sapi dilakukan secara rutin setiap hari agar pertumbuhan bobot tubuh tetap maksimal.

"Kalau untuk perawatan sendiri biasanya hijauan kita kasih tiga kali, pagi, sore dan malam. Sedangkan makanan penguatnya menggunakan comboran campuran ampas tahu, ampas telas dan konsentrat," katanya saat ditemui di lokasi, Selasa (26/5/2026). 

Kamal menjelaskan pemberian comboran secara konsisten menjadi salah satu kunci utama dalam pembesaran sapi hingga mencapai bobot lebih dari satu ton.

Kamal mengaku bangga karena sapinya terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden untuk masyarakat Kabupaten Kediri.

"Ya kita sangat senang sekali dan bangga karena bisa mewakili Kecamatan Kandat untuk sapi bantuan masyarakat oleh Pak Presiden Prabowo," katanya.

Dia menyebut sapi tersebut dibeli dengan harga sekitar rp 108 juta setelah melalui proses seleksi dari pemerintah.

Menurut Kamal sapi miliknya sebenarnya masih memiliki potensi pertumbuhan lebih besar lagi karena kondisi tubuh dan kulitnya masih cukup bagus.

"Masih potensi juga karena kulitnya masih kendor, bisa prospek sampai 1,2 sampai 1,3 ton," ungkapnya.

Meski demikian, Kamal mengaku merawat sapi berbobot jumbo bukan perkara mudah. Tantangan terbesar yang pernah dihadapi yakni saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang ternaknya.

"Tantangan paling berat memang PMK. Kalau sudah kena perlu perawatan intensif sampai satu bulan," jelasnya.

Dia bahkan mengaku hampir seluruh sapi di kandangnya sempat terjangkit PMK pada tahun lalu, termasuk sapi yang kini dipilih sebagai bantuan Presiden.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved