Rabu, 6 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Bupati Mas Dhito Dorong Kontes Ternak Kediri Jadi Ajang Dongkrak Kualitas dan Harga Sapi

Bupati Mas Dhito Dorong Kontes Ternak Kediri Jadi Ajang Dongkrak Kualitas dan Harga Sapi

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Isya Anshori
KONTES TERNAK - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat melihat juara kontes ternak di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Rabu (6/5/2026). 

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana berharap hasil kontes ternak di Kabupaten Kediri mampu mendorong peningkatan kualitas sekaligus nilai jual sapi milik peternak lokal.

Hal itu disampaikan Mas Dhito usai memberikan hadiah dalam acara kontes ternak tahun 2026 yang kembali digelar setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi. Ajang yang digelar di Lapangan Desa Wonorejo Kecamatan Wates ini menjadi momentum kebangkitan sektor peternakan di Kabupaten Kediri.

Menurut Mas Dhito, potensi peternakan di Kabupaten Kediri sangat besar. Tercatat populasi sapi mencapai sekitar 216 ribu ekor, sehingga sektor ini dinilai strategis dalam menopang ketahanan pangan nasional.

"Harapannya yang 1 peternak di Kabupaten ini kan banyak populasi sapi kita ada di 216.000, yang berikutnya untuk menopang dan membantu program presiden ketahanan pangan, maka sektor peternakan tidak boleh sampai lumpuh," kata Mas Dhito.

Baca juga: Disbudpar Kota Blitar akan Renovasi Water Park Sumber Udel, Alokasikan Rp 2 Miliar

Dia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memprioritaskan sektor peternakan, termasuk dalam menghadapi ancaman penyakit hewan seperti PMK.

"Yang pertama, dosis vaksin tersedia. Kalau naudzubillah terjadi wabah pmk insya allah pemkab dalam kondisi apapun pasti akan memprioritaskan itu, karena kita pernah mengalami 2 kali, tahun 2023 itu kita harus tutup pasar 2025 kita tidak perlu," ujarnya.

Mas Dhito juga menilai, sektor peternakan terbuka bagi siapa saja, tidak harus berasal dari latar belakang peternak profesional. Bahkan, ia menemukan ada aparatur sipil negara yang sukses mengembangkan usaha ternak secara mandiri.

"Saya lihat ada staf di pemkab, dia ternyata pekerjaan sampingannya jadi peternak dan punya 78 ekor. Bagi saya berarti artinya sektor peternakan ini tidak melulu orang yang harus di bidang peternakan tapi bisa dilakukan secara otodidak," ungkapnya.

Terkait pelaksanaan kontes ternak, Mas Dhito mengapresiasi terselenggaranya kembali ajang tersebut di tahun 2026. Ia berharap kegiatan ini dapat rutin digelar setiap tahun.

"Yang pertama alhamdulillah kontes ternak bisa terselenggara kembali di tahun 2026. Setelah sempat lama vakum dari tahun 2019 terakhir karena setelah itu pandemi," tuturnya.

Mas Dhito bahkan menargetkan kontes ternak di Kabupaten Kediri bisa menjadi ajang terbaik minimal di tingkat Jawa Timur.

"Saya bilang, maka kontes ternak ini kalau bisa dan harus bisa setiap tahun kita adakan dan sebagai kontes ternak yang ya minimal se-Jawa Timur lah paling baik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito juga mencatat capaian bobot sapi peserta kontes. Ia menyebut ada sapi usia empat tahun dengan berat mencapai lebih dari 1,2 ton.

"Saya mau ngejar berat sapi nasional di angka 1,2 ton lebih, kalau 1 ton 405 kilo itu berat rekor nasional tadi katanya mau mengejar itu," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menjelaskan kontes ternak ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Selain itu, agenda ini juga dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved