Minggu, 3 Mei 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Pemkab Kediri Soroti Minimnya Pekerja dan Keterlambatan Material Pembangunan Pasar Ngadiluwih

Pemkab Kediri terus mengintensifkan pengawasan pembangunan Pasar Ngadiluwih, hingga pertengahan Januari 2026 belum rampung

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
MOLOR - Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih bersama petugas PPK dan pengawas saat meninjau Pasar Ngadiluwih, Rabu (14/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengintensifkan pengawasan pembangunan Pasar Ngadiluwih yang hingga pertengahan Januari 2026 belum juga rampung.
  • Dalam monitoring dan evaluasi (monev) mingguan pekan ke-38 ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri mencatat progres fisik proyek tersebut telah mencapai 97,7 persen

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengintensifkan pengawasan pembangunan Pasar Ngadiluwih yang hingga pertengahan Januari 2026 belum juga rampung.

Dalam monitoring dan evaluasi (monev) mingguan pekan ke-38 ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri mencatat progres fisik proyek tersebut telah mencapai 97,7 persen.

Kepala Disdagin Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan evaluasi dilakukan setiap Selasa melalui rapat mingguan (weekly meeting) dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lapangan.

Dari hasil pemantauan terbaru, progres pekerjaan dinilai belum sesuai dengan rencana kerja atau time schedule yang telah disepakati sebelumnya.

Pantauan di lokasi, beberapa bagian yang saat ini telah digenjot pembangunannya adalah bagian pagar depan pasar.

Selain itu juga penambahan fasilitas di los pasar dan juga beberapa finalisasi bangunan.

"Hari ini kami melakukan monitoring di lapangan. Dari laporan konsultan pengawas, progres sudah di angka 97,7 persen. Tapi kalau dibandingkan dengan action plan yang sudah dibuat sejak awal, itu masih kurang memenuhi," kata Tutik saat ditemui usai meninjau lokasi Pasar Ngadiluwih Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Balon Udara Jatuh di Atap Sekolah, Bangunan MTsN 3 Blitar Nyaris Terbakar

Menurutnya, salah satu persoalan utama yang menghambat percepatan pekerjaan adalah minimnya jumlah tenaga kerja di lapangan.

Dari 13 titik pekerjaan yang masih tersisa, jumlah personel yang terlibat dinilai belum ideal untuk mengejar target penyelesaian.

"Dari evaluasi hari ini, jumlah pekerja masih kurang. Totalnya hanya sekitar 51 orang yang tersebar di 13 titik pekerjaan. Ini jelas tidak cukup kalau mau mengejar percepatan. Idealnya 100 an pekerja," ujarnya.

Selain tenaga kerja, ketersediaan material juga menjadi catatan penting.

Tutik menyebut beberapa material sebenarnya sudah siap sejak awal, namun belum terpasang hingga kini, sehingga ikut menahan laju penyelesaian proyek.

"Material juga masih ada yang kurang dan ada yang sudah siap tapi belum terpasang, seperti pintu masuk dan beberapa komponen lainnya. Ini semua mempengaruhi progres," jelasnya.

Tutik menambahkan, keterlambatan proyek ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor sejak awal pelaksanaan.

Mulai dari persoalan perencanaan, kesiapan kontraktor, hingga kinerja konsultan pengawas yang belum optimal dalam mengawal mutu dan kecepatan pekerjaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved