Jejak Pesantren Mataraman
Daftar Lengkap 4 Pesantren Sepuh di Blitar dan Kediri Berusia Lebih dari 1 Abad
Inilah daftar 4 pondok pesantren sepuh berusia lebih dari 1 abad di kawasan Kabupaten Kediri,hingga Blitar.
Ringkasan Berita:
- Blitar dan Kediri Raya merupakan pusat pesantren sepuh di Jawa Timur yang telah berusia lebih dari satu abad.
- Empat pesantren tertua yang masih aktif hingga kini adalah Pondok Pesantren Nurul Huda Blitar, Pondok Pesantren Lirboyo, Pondok Pesantren Mahir Arriyad Ringinagung, dan Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri.
- Keempatnya tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga saksi sejarah perjuangan dakwah, pendidikan, dan kebangsaan.
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Blitar dan Kediri Raya dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan pendidikan Islam tertua di Indonesia.
Wilayah ini memiliki sejumlah pondok pesantren sepuh yang telah berdiri sejak lebih dari satu abad lalu dan hingga kini tetap eksis mencetak generasi santri dari berbagai penjuru Nusantara.
Jawa Timur memang menjadi tanah kelahiran banyak pesantren besar, namun Kediri dan Blitar memiliki posisi istimewa dalam sejarah panjang dunia pesantren.
Di daerah ini, pendidikan Islam berkembang seiring perjuangan dakwah, perlawanan terhadap penjajahan, serta pembentukan karakter kebangsaan.
Berikut daftar empat pesantren tertua di Blitar dan Kediri yang usianya telah melampaui 100 tahun dan masih aktif hingga sekarang.
1. Pondok Pesantren Nurul Huda Blitar
Pondok Pesantren Nurul Huda terletak di Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Pesantren ini diyakini sebagai salah satu titik awal penyebaran Islam di wilayah Blitar.
Didirikan pada pertengahan abad ke-19 oleh Syekh Abu Hasan, pesantren ini memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Syekh Abu Hasan diketahui memiliki hubungan keluarga dengan Pangeran Diponegoro, bahkan pesantren ini pernah menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 158 prajurit Diponegoro saat Perang Jawa.
Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terawat dengan baik. Bangunan masjid tua, makam para ulama, kolam kuno, serta rumah-rumah lama tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya.
Salah satu peninggalan bersejarah adalah kolam wudu yang konon pernah digunakan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, yang tercatat memiliki hubungan guru dan murid dengan Syekh Abu Hasan. Kolam dan masjid dihubungkan oleh jalur batu berjumlah 99 buah yang melambangkan Asmaul Husna.
Kini, Pondok Pesantren Nurul Huda tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi destinasi ziarah religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
2. Pondok Pesantren Lirboyo Kediri
Pondok Pesantren Lirboyo merupakan salah satu pesantren paling terkenal di Indonesia. Berdiri pada tahun 1910 di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pesantren ini didirikan oleh KH Abdul Karim (Mbah Manab).
Selama lebih dari satu abad, Lirboyo dikenal sebagai pusat kajian kitab kuning dan fiqih. Pesantren ini telah melahirkan puluhan ribu alumni, termasuk tokoh nasional seperti KH Maimun Zubair, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), dan KH Said Aqil Siradj.
Saat ini, Lirboyo diasuh oleh KH Muhammad Anwar Mansur bersama keluarga besar dzurriyah Lirboyo. Jumlah santri mencapai sekitar 40 ribu orang, menjadikannya salah satu pesantren terbesar di Indonesia.
Jejak Pesantren Mataraman
Pondok Pesantren Sepuh di Blitar
Pondok Pesantren Nurul Huda
Pondok Pesantren Sepuh
Pondok Pesantren Lirboyo
Pondok Pesantren Ploso Kediri
Kediri
Blitar
tribunmataraman.com
| Daftar 9 Pesantren Tertua di Jawa Tengah yang Menjaga Cahaya dari Abad ke Abad di Nusantara |
|
|---|
| Mengenal Ponpes Nurul Huda di Kanigoro Blitar, Jejak Awal Penyebaran Islam Hingga Jejak KH Hasyim |
|
|---|
| Jejak 2 Pesantren di Blitar yang Masyhur, 1 Punya Sejarah Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda |
|
|---|
| Daftar 8 Pesantren Tertua dan Terbesar di Indonesia, 2 Berasal dari Kediri Raya |
|
|---|
| Jejak 3 Pesantren Tertua di Pantai Utara Jawa Timur: Sidogiri, Genggong, hingga Langitan Tuban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Pomdok-Pesantren-Sepuh-di-Blitar-dan-Kediri.jpg)