Sentra PKL SLG Kediri Mulai Ramai, Pedagang Harap Penataan dan Kebersihan Ditingkatkan
Hampir Setahun Sentra PKL SLG Kediri Berjalan, Pedagang Harap Penataan dan Promosi Terus Ditingkatkan
Penulis: Isya Anshori | Editor: faridmukarrom
Ringkasan Berita:
- Sentra PKL Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri mulai menunjukkan geliat ekonomi hampir satu tahun sejak dibuka.
- Aktivitas jual beli meningkat, terutama saat akhir pekan, dengan tingkat keterisian lapak mencapai sekitar 90 persen. Pedagang mengaku kondisi semakin ramai, namun masih berharap peningkatan kebersihan, penataan, dan pembinaan dari pemerintah.
- Pengunjung menilai kawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata keluarga karena harga yang terjangkau dan lokasi yang strategis.
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Hampir satu tahun sejak dibuka pada Juni 2025, kawasan sentra PKL Simpang Lima Gumul (SLG) di Kabupaten Kediri mulai menunjukkan geliat ekonomi. Puluhan lapak telah terisi dan aktivitas jual beli perlahan meningkat, terutama saat akhir pekan.
Meski demikian, para pedagang masih memiliki sejumlah harapan agar kawasan ini bisa berkembang lebih optimal dan semakin ramai pengunjung.
Salah satu pedagang ikan hias, Riyus Fabrianto, pemilik Havis Fish Store asal Wonojoyo, Kecamatan Gurah, mengaku perkembangan kawasan cukup positif dibanding awal dibuka.
"Sekarang sudah mulai ramai, pedagang juga semakin banyak. Pengunjung juga sudah mulai datang, terutama saat akhir pekan," katanya saat ditemui, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Stok Beras Bulog Tulungagung Tembus 45.000 Ton, Serapan Gabah Petani Terus Meningkat
Di lapaknya, Riyus menjual berbagai jenis ikan hias seperti koi, koki, hingga glowfish dengan harga terjangkau.
"Kalau glowfish paket Rp 10 ribu, ikan koki kecil juga sekitar Rp 10 ribu, sedangkan yang besar bisa sampai Rp 50 ribu sampai Rp 65 ribu," jelasnya.
Ia menyebut, minat pembeli paling tinggi terjadi pada Sabtu dan Minggu, sementara hari biasa masih fluktuatif.
Pedagang Harap Kebersihan dan Penataan Ditingkatkan
Meski mulai ramai, pedagang berharap ada peningkatan dalam pengelolaan kawasan, khususnya kebersihan dan penataan lapak.
"Harapannya kebersihan lebih diperhatikan, supaya pengunjung nyaman," ungkapnya.
Selain itu, ia juga berharap adanya pembinaan rutin dari pemerintah.
"Kalau ada pengarahan rutin dari pemerintah, tentu pedagang bisa lebih tertata dan kawasan ini semakin hidup," tambahnya.
Pembeli Nilai Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Salah satu pengunjung, Wahyu, menilai kawasan sentra PKL SLG memiliki potensi besar sebagai pusat ekonomi sekaligus wisata keluarga.
"Harganya relatif terjangkau, cukup ekonomis. Tempatnya juga bagus, tinggal penataannya saja yang perlu ditingkatkan," ujarnya.
Menurutnya, jika fasilitas dan tata kawasan diperbaiki, daya tarik pengunjung akan semakin meningkat.
"Harapannya ke depan lebih tertata lagi, lebih strategis, dan bisa dinikmati semua kalangan masyarakat," katanya.
| Usaha Katering di Tulungagung Terpengaruh Kenaikan Dolar, Pilih Kurangi Ukuran Porsi Agar Tak Merugi |
|
|---|
| Mobil Angkutan Barang Masuk Kampung, Pelaksana Proyek Jembatan Gondang 1 Belum Tepati Komitmen |
|
|---|
| Demi Stabilkan Harga Beras, Bulog Tulungagung Percepat Salurkan Bantuan Pangan |
|
|---|
| Tak Ada Kenaikan Tarif Resmi Bus Trenggalek–Surabaya, Penumpang Sukarela Beri Uang Tambahan |
|
|---|
| Kenaikan Pangkat 38 PNS Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas Layanan Publik di Kota Kediri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Suasana-jual-beli-di-area-pasar-ikan-kawasan.jpg)