Minggu, 7 Juni 2026

Berita Terbaru Kabupaten Kediri

Jelang Nataru, DPRD Jatim Dorong Optimalisasi Bandara Dhoho dan Pariwisata Kediri

Anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Arif mendorong pentingnya kehadiran pemerintah provinsi mengakselerasi manfaat keberadaan Bandara Dhoho

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
Anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Arif saat dikonfirmasi terkait pariwisata jelang Nataru usai acara pelantikan pengurus DPD Nasdem di Graha Lila Semesta Kediri, Sabtu (6/12/2025) lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Arif mendorong pentingnya kehadiran pemerintah provinsi dalam mengakselerasi manfaat keberadaan Bandara Dhoho di Kediri.
  • Menurutnya, pembukaan kembali operasional bandara pada 10 November 2025 lalu menjadi momentum besar untuk pemulihan ekonomi daerah

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Anggota DPRD Jawa Timur Khusnul Arif mendorong pentingnya kehadiran pemerintah provinsi dalam mengakselerasi manfaat keberadaan Bandara Dhoho di Kediri.

Menurutnya, pembukaan kembali operasional bandara pada 10 November 2025 lalu menjadi momentum besar untuk pemulihan ekonomi daerah.

"Hari ini Bandara Dhoho sudah beroperasi kembali. Tentu besar harapan kita semua bahwa akan terus ada keberlanjutan penerbangan, penambahan maskapai, serta penambahan rute," kata pria yang akrab di sapa Mas Pipin usai ditemui pada acara pelantikan pengurus DPD Nasdem di Graha Lila Semesta Kediri, Sabtu (6/12/2025) lalu. 

Pipin menilai bandara tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk transportasi udara, tetapi juga harus menjadi akselerator pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan UMKM. 

"Bandara Dhoho ini harus memberikan manfaat luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran UMKM. Tidak boleh berhenti hanya pada fungsi penerbangan," tuturnya.

Pipin menekankan bahwa keberadaan bandara tidak cukup jika hanya dipandang sebagai fasilitas untuk Kota dan Kabupaten Kediri.

Ia mengingatkan bahwa potensi Bandara Dhoho dimiliki oleh wilayah yang jauh lebih luas.

"Bandara Dhoho terlalu kecil kalau peruntukannya hanya untuk Kediri. Bandara ini harus menjadi bagian dari 13 kabupaten-kota di sekitarnya. Semua harus merasa memiliki," katanya.

Baca juga: Jelang Nataru, Pemkab Kediri Keluarkan Imbauan Keamanan Wisata Antisipasi Cuaca Ekstrem

Wilayah yang ia maksud meliputi Kota dan Kabupaten Kediri, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, hingga Nganjuk. Karena itu, pemerintah provinsi dinilai wajib hadir sebagai koordinator utama.

"Pemerintah provinsi harus menjadi dirijen. Harus memberi intervensi kepada 13 kepala daerah supaya bersama-sama menciptakan daya magnet. Supaya ada investor di daerah, supaya pariwisata tumbuh, UMKM juga bertumbuh," jelas Politisi Nasdem itu. 

Menurut Pipin, kunci keberhasilan bandara terletak pada adanya pemantik ekonomi. Dibutuhkan peluang investasi dan penguatan destinasi wisata agar kunjungan wisatawan dapat meningkat secara signifikan.

"Tantangan Bandara Dhoho adalah memastikan ada peluang untuk berinvestasi dan peluang untuk berwisata. Kalau transportasinya sudah ada, maka destinasi juga harus digairahkan kembali," ucapnya.

Anggota dapil 8 DPRD Jatim ini menyebut beberapa destinasi wisata di Kediri saat ini mengalami kondisi lesu. Untuk itu diperlukan kajian menyeluruh serta kolaborasi lintas wilayah dan lintas dinas.

"Ada titik-titik pariwisata yang lesu. Pemerintah tidak boleh diam. Dinas Pariwisata provinsi harus berkolaborasi dengan kabupaten-kota untuk membangkitkan animo masyarakat hadir ke Kediri," tegasnya.

Pipin mendorong agar event tahunan digelar secara besar dan bertaraf nasional. Salah satu potensi yang disorotnya adalah budaya Tari Seribu Barong.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved