Jejak Pesantren Mataraman
Daftar 10 Pesantren Sepuh di Jawa Timur yang Mashyur, 4 Berada di Kediri Raya
Inilah daftar 10 Pesantren sepuh di Jawa Timur yang berusia lebih dari 1 abad, 4 berasal dari Kediri Raya. Ada Al Falah Ploso, Lirboyo Kediri
Penulis: Farid Mukarom | Editor: faridmukarrom
Ringkasan Berita:
- Jawa Timur punya tradisi pesantren kuat, dengan beberapa lembaga berdiri sejak abad ke-18.
- Mulai Sidogiri (1718), Komarudin (1753), Mistahul Huda (1768), Al-Hamdaniyah (1787), Genggong (1839), Langitan (1852), Mahir Arayat (1870), Tebu Ireng (1899), hingga Lirboyo (1910).
- Pesantren-pesantren ini melahirkan banyak ulama besar dan tetap menjadi pusat pendidikan Islam yang berpengaruh hingga kini.
TRIBUNMATARAMAN.COM | KEDIRI - Inilah daftar 10Pesantren sepuh di Jawa Timur yang berusia lebih dari 1 abad, 4 berasal dari Kediri Raya.
Diketahui Jawa Timur dikenal sebagai salah satu pusat lahirnya pesantren-pesantren besar di Indonesia.
Banyak di antaranya telah berdiri lebih dari satu abad dan menjadi tempat lahirnya ulama-ulama besar serta tokoh bangsa.
Menariknya termasuk di Kediri Raya, ada 4 pondok pesantren yang punya umur hampir 1 abad.
Lantas pondok pesantren apa saja itu?
Baca juga: Jadwal Siaran Liga Inggris Live SCTV dan Moji 6-7 Des 2025 Man United, Liverpool, Arsenal, Chelsea
Berikut ulasan lengkap Tribunmataraman.com:
- Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri (1910)
Berdiri di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pesantren ini didirikan oleh Kiai Haji Abdul Karim atau Bahmanab.
Kini jumlah santrinya mencapai sekitar 40 ribu orang dari berbagai daerah. Pengasuh saat ini adalah Kiai Haji Muhammad Anwar Mansur bersama zuriah keluarga besar Lirboyo.
Banyak tokoh besar pernah belajar di sini, seperti KH. Maimun Zubair, KH. Mustofa Bisri, dan KH. Said Aqil Siradj.
2. Pondok Pesantren Mahir Arriyad, Ringinagung, Kediri (1870)
Berlokasi di Dusun Ringinagung, Desa Keling, Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, pesantren ini didirikan oleh Kiai Imam Nawawi.
Kini diasuh oleh KH. Munzis Maisur dan KH. Irfan Hamid Maisur, dengan fokus pada kajian kitab salaf.
Salah satu tokoh pentingnya adalah KH. Ahmad Maisur Sindi, pembaharu pendidikan pesantren.
3. Pondok Pesantren Langitan, Tuban (1852)
Terletak di tepi Bengawan Solo, pesantren ini didirikan oleh Kiai Muhammad Nur. Kini dipimpin secara kolektif oleh para dzuriah pendiri, seperti KH. Ubaidillah Faqih.
Dengan sekitar 5.000–6.000 santri, Langitan menjadi salah satu pesantren bersejarah yang pernah menjadi tempat belajar KH. Hasyim Asy’ari dan Syaikhona Kholil Bangkalan.
4. Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo (1839)
Berdiri di Karangbong, Pajarakan, pesantren ini didirikan oleh Syekh Zainal Abidin Al-Mahribi.
Kini dipimpin KH. Hasan Mutawakil Alallah dan memiliki puluhan ribu santri. Genggong dikenal melahirkan banyak tokoh dakwah dan pendidikan.
5. Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah, Siwalan Panji, Sidoarjo (1787)
Didirikan oleh Kiai Hamdani, pesantren ini menjadi salah satu yang tertua di Sidoarjo.
Banyak tokoh besar pernah belajar di sini, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah.
Di bawah KH. Hashim Fahrur Razi, Al-Hamdaniyah tetap mempertahankan tradisi Kitab Kuning.
6. Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang (1768)
Didirikan oleh Kiai Hassan Munadi, pesantren ini mempertahankan tradisi salafiyah.
Kini diasuh KH. Ahmad Arif Yahya dengan sekitar 600 santri. Miftahul Huda menjadi salah satu pusat pendidikan Islam tertua di Malang Raya.
7. Pondok Pesantren Komarudin, Bungah, Gresik (1753)
Berdiri pada tahun 1753 oleh KH. Komarudin bin Umar, pesantren ini berkembang menjadi lembaga pendidikan modern dari RA hingga perguruan tinggi.
Di bawah KH. Muhammad Al-Laudin, jumlah santrinya mencapai sekitar 4.000 orang.
8. Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan (1718)
ondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan (1718) adalah pesantren tertua di Jawa Timur.
Berdiri pada 1718 oleh Sayyid Sulaiman, Sidogiri menjadi pusat studi Islam yang melahirkan banyak ulama besar.
Di bawah KH. Ahmad Fuad Nur Hasan, Sidogiri memiliki lebih dari 20.000 santri dan dikenal dengan kemandirian ekonominya melalui Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri.
9. Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1899)
Pesantren yang berdiri di Desa Cukir, Jombang, ini didirikan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Di bawah kepemimpinan KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Tebuireng memiliki sekitar 5.000 santri. Pesantren ini melahirkan banyak tokoh bangsa, seperti KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH. Ma’ruf Amin.
Sembilan pesantren tertua ini menjadi bukti kuatnya tradisi keilmuan Islam di Jawa Timur. Dari Sidogiri hingga Lirboyo, warisan ilmu, akhlak, dan pengabdian terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.
10. Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri
Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri berusia 100 tahun pada tahun 2025, karena didirikan pada tanggal 1 Januari 1925 oleh KH. Ahmad Djazuli Utsman. Pesantren ini pertama kali beroperasi menggunakan serambi masjid untuk kegiatan belajar mengajar.
Tahun berdiri: 1925 Pendiri: KH. Ahmad Djazuli Utsman
Usia pada tahun 2025: 100 tahun
Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Tribun Mataraman
(tribunmataraman.com)
berita terbaru kabupaten Kediri
Pondok Pesantren Sepuh
Pondok Pesantren Ploso
Ponpes Sidogiri Pasuruan
Pondok Pesantren Lirboyo
tribunmataraman.com
Kediri
Bungah
Jejak Pesantren Mataraman
| Daftar 9 Pesantren Tertua di Jawa Tengah yang Menjaga Cahaya dari Abad ke Abad di Nusantara |
|
|---|
| Mengenal Ponpes Nurul Huda di Kanigoro Blitar, Jejak Awal Penyebaran Islam Hingga Jejak KH Hasyim |
|
|---|
| Daftar Lengkap 4 Pesantren Sepuh di Blitar dan Kediri Berusia Lebih dari 1 Abad |
|
|---|
| Jejak 2 Pesantren di Blitar yang Masyhur, 1 Punya Sejarah Perlawanan Terhadap Penjajahan Belanda |
|
|---|
| Daftar 8 Pesantren Tertua dan Terbesar di Indonesia, 2 Berasal dari Kediri Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Inilah-daftar-10-Pesantren-sepuh-di-Jawa-Timur-y.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.