Senin, 27 April 2026

Berita Kediri

Ritual Cethik Geni Jadi Penanda, PG Ngadiredjo Siap Sambut Giling 2026 di Kota Kediri

Ritual Cethik Geni Jadi Penanda, PG Ngadiredjo Siap Sambut Giling 2026 di Kota Kediri

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Rendy Nicko
TribunMataraman.com/Dok PG Ngadirejo
CETHIK GENI - PG Ngadiredjo menggelar tayakuran Slow Firing yang biasa dikenal cethik geni di stasiun ketel PG Ngadiredjo, Jumat (24/4/2026). Acara tersebut berlangsung sakral dengan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, serta jajaran manajemen PG Ngadiredjo 

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - PG Ngadiredjo menunjukkan kesiapan serius menghadapi musim giling 2026 dengan menggelar tradisi tayakuran slow firing atau cethik geni di stasiun ketel pada Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang sarat makna ini menjadi penanda awal operasional pabrik sekaligus simbol kesiapan teknis dan spiritual sebelum proses produksi dimulai.

Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, serta jajaran manajemen pabrik. Nuansa sakral terasa kental, mencerminkan harapan besar seluruh pihak terhadap kelancaran dan keberhasilan musim giling tahun ini.

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono menegaskan bahwa pelaksanaan slow firing bukan sekadar ritual, tetapi juga tahapan penting dalam memastikan kesiapan mesin. 

Baca juga: PG Meritjan Ramaikan Kota Kediri Jelang Giling 2026, Ada Pasar Malam, Jaranan Hingga Jalan Sehat

Baca juga: Sambut Musim Giling 2026, Turnamen Voli PG Pesantren Baru Kediri Digelar

"Dengan dilaksanakan slow firing atau pembakaran lambat pada boiler ini, menandakan PG Ngadiredjo siap menyambut musim giling 2026," terangnya.

Ia menambahkan, pemilihan waktu Jumat Legi juga mengandung harapan khusus. 

"Dengan dinyalakan di Jumat Legi ini dengan harapan tebu kita benar legi (manis) dan berkah," paparnya.

Sebagai langkah lanjutan, PG Ngadiredjo dijadwalkan menggelar pethik tebu perdana pada Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi awal dari rangkaian panen sebelum memasuki masa giling secara penuh.

Wayan menyebutkan, jadwal operasional sudah ditetapkan secara rinci. "InsyaAllah tebu masuk pada 8 Mei 2026 dan 9 Mei 2026 PG Ngadiredjo start giling," tegasnya.

Untuk musim giling tahun ini, PG Ngadiredjo menargetkan pengolahan tebu mencapai 11 juta kuintal. Dengan rendemen sebesar 7,5 persen, produksi gula diproyeksikan mencapai 82.500 ton.

Menurut Wayan, target tersebut tergolong ambisius, namun tetap realistis jika didukung kerja sama semua pihak. 

"Ini adalah target yang fantastis, semoga dengan gotong royong dengan petani dan semua yang terkait target ini bisa tercapai," jelasnya.

Sementara itu, Manajer Instalasi PG Ngadiredjo, Marsis Bintoro, memastikan kesiapan teknis pabrik, termasuk pasokan bahan bakar ampas. 

"Untuk cethik geni kami menyiapkan ampas sebanyak 400 ton. Ke depan akan terus ditambah karena kebutuhan giling mencapai 600-700 ton. Dan kami sudah siap untuk menyongsong sukses giling 2026," pungkasnya.

(Luthfi Husnika/TribunMatraman.com)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved