Senin, 13 April 2026

Hari Santri 2025

Khidmat dan Penuh Makna, Warga Binaan Lapas Kediri Rayakan Hari Santri Nasional

Suasana Lapas Kelas IIA Kediri, terasa lebih teduh dan religius dari biasanya berbarengan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Lapas Kediri
HARI SANTRI - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Pondok At-Taubah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, Rabu (22/10/2025). 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Suasana Lapas Kelas IIA Kediri, Rabu (22/10/2025), terasa lebih teduh dan religius dari biasanya.

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Pondok At-Taubah mengikuti berbagai kegiatan keagamaan dengan penuh semangat.

Mengusung tema nasional 'Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia', peringatan ini menjadi momentum bagi para santri Lapas Kediri untuk memperkuat iman dan semangat perubahan diri.

Sejak pagi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di area pondok pesantren dalam lapas.

Para santri mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an dengan khusyuk sebagai wujud rasa syukur dan refleksi diri.

Raut wajah para WBP tampak cerah, menggambarkan tekad kuat untuk memperbaiki diri dan memperdalam ilmu agama selama menjalani masa pembinaan.

Tak berhenti di situ, suasana keagamaan semakin hidup dengan kegiatan belajar mengaji.

Para WBP yang sudah fasih membaca Al-Qur’an dengan sabar membimbing rekan-rekannya yang masih belajar.

Di bawah bimbingan petugas pembinaan, kegiatan berlangsung penuh keakraban dan saling mendukung.

Kegiatan Hari Santri Nasional di Lapas Kediri semakin berkesan dengan kehadiran Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Harry Suryadi Poespo Hardjono. 

Baca juga: Dualisme Kepengurusan Partai Golkar Tulungagung, Diwarnai Aksi Gembok Gerbang Kantor

Ia turut hadir langsung di blok hunian untuk mengikuti kegiatan yasinan dan memberikan tausiyah penuh makna kepada para santri.

"Jaga salat, jangan pernah tinggalkan salat. Dari situlah ketenangan dan jalan perubahan bermula," pesan Harry di pada para WBP.

Tausiyah singkat itu disambut penuh antusias. Para WBP terlihat menyimak dengan serius dan mengangguk seolah menyetujui setiap nasihat yang disampaikan.

Bagi mereka, peringatan Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi kesempatan untuk meneguhkan kembali niat dan langkah menuju perubahan hidup yang lebih baik.

Momen khidmat tercipta ketika seluruh blok serentak melantunkan Surat Yasin dan doa bersama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved