Senin, 8 Juni 2026

Gerakan Pangan Murah Kediri

Pemkab Kediri Gelar Pangan Murah September 2025 di 13 Titik, Berikut Lokasinya

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui DKPP kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2025

Tayang:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Isya Anshori
PANGAN MURAH - Suasana gerangan pangan murah di area Masjid An Nur Pare Kabupaten Kediri pada bulan Februari 2025 lalu. Program ini kembali digelar di 13 titik pada bulan September 2025 yang tersebar di sejumlah kecamatan, dengan sasaran utama masyarakat desa agar lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang September 2025.

Program ini digelar di 13 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Sasaran utama, masyarakat desa agar lebih mudah mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Berdasarkan jadwal resmi, kegiatan pangan murah berlangsung sejak Selasa (2/9/2025) hingga Selasa (30/9/2025).

Lokasi pelaksanaan meliputi Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Desa Wonoasri Kecamatan Grogol, Desa Parang Kecamatan Banyakan, Desa Plosolor Kecamatan Plosoklaten. 

Selanjutnya di Desa/Kecamatan Kepung, Desa Wonorejo Kecamatan Puncu, Desa Sumberjo Kecamatan Ngasem, Kecamatan Pagu, Desa Sukoharjo Kecamatan Kayen Kidul.

"Lalu Desa Sebet Kecamatan Plemahan, Desa Pehkulon Kecamatan Papar, Desa Klampitan Kecamatan Purwoasri dan Desa Dungus Kecamatan Kunjang," kata Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi dan Kerawanan Pangan DKPP Kabupaten Kediri, Arbai, saat dikonfirmasi Senin (8/9/2025).

Baca juga: Pemkab Kediri Gelontorkan Rp 1,5 Miliar untuk Penataan Gedung Pasca Kerusuhan

Arbai menuturkan selain GPM, dia memastikan bahwa stok pangan daerah dalam kondisi aman.

Dia menegaskan program pangan murah menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi.

"Prakiraan produksi beras di bulan September mencapai 4.058,1 ton dengan ketersediaan total 36.870,1 ton. Kebutuhan hanya sekitar 9.946,5 ton sehingga masih ada surplus 26.923,6 ton," jelas Arbai.

Selain beras, komoditas lain juga menunjukkan tren surplus. Jagung misalnya, diproduksi sebanyak 23.423,4 ton dengan ketersediaan 30.423,4 ton.

Sementara kebutuhan hanya 19.931,2 ton sehingga tersisa surplus 10.492,2 ton.

Di sisi lain, bawang merah dan cabai merah juga tercatat aman. Produksi bawang merah mencapai 793,6 ton, dengan surplus sekitar 450,9 ton.

Cabai merah surplus 17,7 ton, sedangkan cabai rawit bahkan mencatat surplus besar hingga 10.114,5 ton. 

"Cabai rawit September ini produksinya 10.346 ton, jauh di atas kebutuhan 275,5 ton," terang Arbai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved