Senin, 8 Juni 2026

Demo Rusuh di Kediri

Pemkab Kediri Gelar Doa Bersama Pasca Kerusuhan, Bupati Mas Dhito Ajak Bangkit

Pemkab Kediri menggelar doa bersama pasca kerusuhan yang melanda area kompleks perkantoran Pemkab

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Isya Anshori | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Humas Pemkab Kediri
DOA BERSAMA - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggelar doa bersama lintas agama, Senin (1/9/2025) sore. Acara yang digelar di halaman kantor Pemkab Kediri itu menjadi tanda kebersamaan untuk bangkit dari keterpurukan. -- 

TRIBUNMATARAMAN.COM I KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menggelar doa bersama lintas agama pasca kerusuhan yang melanda komplek perkantoran Pemerintah Kabupaten Kediri hingga menyebabkan Gedung DPRD terbakar, Senin (1/9/2025) sore.

Acara yang digelar di halaman kantor Pemkab Kediri itu menjadi tanda kebersamaan untuk bangkit dari keterpurukan.

Doa bersama dipimpin bergantian oleh pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu.

Selain Bupati Kediri, hadir pula bersama istrinya Eriani Annisa Hanindhito, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga komunitas ojek online.

Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito menegaskan bahwa kejadian Sabtu (30/8) lalu bukanlah aksi demonstrasi, melainkan murni tindakan kerusuhan.

 Meski meninggalkan luka dan kerugian besar, ia mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam kesedihan.

"Harapannya semoga kita lekas bangkit. Tidak boleh terlalu lama larut dalam kesedihan. Yang hancur bukan hanya bangunan, tapi juga semangat kita. Itu yang harus kita pulihkan bersama," tegas Mas Dhito.

Baca juga: Ayah di Ponorogo Pakai Uang Koin Rp 20 Juta Dalam 4 Karung untuk Beli Sepeda Motor

Kerusuhan yang melibatkan sebagian besar pelajar itu menghanguskan gedung perkantoran serta menyebabkan aset pemerintah dijarah.

Mas Dhito mengungkapkan, kerugian material ditaksir mencapai Rp 500 miliar, belum termasuk kendaraan. 

Namun, nilai pasti kerugian masih menunggu hasil appraisal dari ahli bangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

"Kerugian kita gunakan tenaga ahli dari ITS untuk menghitung secara detail kondisi kerusakan," jelasnya.

Selain sebagai wujud keprihatinan, doa bersama juga menjadi momentum untuk mempererat kembali persatuan masyarakat Kediri.

Mas Dhito menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mengawasi anak-anak agar tidak mudah terjerumus pada tindakan merugikan.

"Kejadian ini harus jadi bahan renungan. Orang tua dan guru punya tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kita tidak terlibat dalam hal-hal di luar kewajaran," imbuhnya. 

Pasca doa bersama, rapat koordinasi Forkopimda dilakukan dan memutuskan pemberlakuan jam malam khusus bagi pelajar. Kapolres, Dandim, dan Satpol PP akan meningkatkan patroli, sementara para Camat diminta mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan di wilayah masing-masing.

Dengan dukungan lintas elemen masyarakat, pemerintah daerah optimistis kondisi Kediri segera pulih dan kondusif.

Meski sejumlah gedung OPD rusak, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal dengan berbagai penyesuaian.

"Ini bukan akhir. Justru kita harus buktikan Kediri bisa bangkit lebih kuat," pungkas Mas Dhito.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved