Selasa, 9 Juni 2026

Putra Daerah

Indra Karunia Akbar, Mahasiswa UNTAG Tempuh Pendidikan dan Berkarier di Lembaga Psikologi

Menuntut ilmu sekaligus meniti karier di bidang profesional bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi tidak bagi Indra Karunia

Tayang:
Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Dokumen Pribadi
INDRA: Indra Karunia Akbar, mahasiswa Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) yang berkuliah sekaligus menjabat sebagai Wakil Direktur di Lembaga Psikologi. Indra sedang mengisi kegiatan parenting setelah memberikan asesmen pada siswa-siswi di sekolah 

Indra mengutarakan bahwa pengalamannya di dunia pekerjaan bukan hanya ini saja. 

Sejak kecil, ia telah aktif mengikuti beberapa jenis kegiatan dan organisasi.

Pengalaman bekerja adalah pengalaman hidup. Baginya, mencari pengalaman itu penting demi keberlangsungan hidup kedepannya. 

Sebelum masuk ke bisnis dalam lembaga, ia pernah mengikuti organisasi masyarakat, serta menjadi anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan menjabat sebagai sekretaris umum selama satu periode.

Selain itu, ia kerap mengikuti program magang di beberapa instansi dan bekerja di beberapa tempat sederhana untuk meningkatkan kemampuan dirinya.

Hingga saat ini, Indra juga berencana untuk melanjutkan studi profesinya di bidang yang sama agar dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.

Memegang tanggung jawab besar di usia muda tidak pernah terpikirkan oleh Indra sebelumnya. 

Tetapi berbekal pengalaman yang telah ia bangun sejak kecil, pekerjaan ini ia lakukan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Aku mengutip dari salah satu tokoh, yaitu Dato Sri Tahir. Hidup bukan hobi, hidup bukan tentang apa yang kita suka dan tidak, hidup adalah tanggung jawab,” ungkap Indra, Senin (25/08/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS Kejari Tulungagung Menyidik Dugaan Korupsi Penggunaan SKTM di RSUD dr Iskak

“Ketika kita bisa bertanggung jawab dengan hidup, kita baru merasakan apa itu hidup. Itulah yang membuat aku menganggap tanggung jawab adalah yang paling penting,” imbuhnya.

Menurut Indra, tanggung jawab yang diemban manusia akan berpengaruh pada keputusan yang akan diambil olehnya.

Selama berkarier hingga sampai di titik ini, serta di tengah kehidupan kuliah yang tak mudah, Indra telah merasakan proses jatuh-bangun.

Di usia yang masih muda, ia harus memikirkan penyelesaian masalah yang dihadapi dan berusaha agar mampu mengambil keputusan yang tepat.

Ia juga menekankan pada dirinya sendiri bahwa penyelesaian masalah tersebut harus lebih baik dari sebelumnya, juga lebih berkembang sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain dan terus mengembangkan sayap lebih lebar.

“Yang namanya gagal itu harus. Tapi bukan berarti dari suatu kegagalan tidak ada hal yg bisa dipelajari. Adanya gagal itu menjadi proses kita mencapai suatu hal yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved