Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Cara Produsen Kerupuk di Kota Blitar Bertahan, Harga Plastik dan Minyak Goreng Mahal

Pelaku UMKM di Kota Blitar, Jawa Timur, mulai tertekan akibat kenaikan harga plastik dan minyak goreng

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
PRODUSEN KERUPUK: Bayu Prasetyo (39) bersama istrinya sedang menggoreng kerupuk di rumahnya, Jl Sumba, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (11/4/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Pelaku UMKM di Kota Blitar, Jawa Timur, mulai tertekan akibat kenaikan harga plastik dan minyak goreng.
  • Salah satu pelaku UMKM yang terdampak adalah produsen kerupuk siap saji.
  • Persoalannya, produsen tidak berani menaikkan harga jual kerupuk karena kondisi pasar lagi sepi.
  • Sementara, biaya produksi membengkak dampak kenaikan harga plastik dan minyak goreng

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Pelaku UMKM di Kota Blitar, Jawa Timur, mulai tertekan akibat kenaikan harga plastik dan minyak goreng.

Salah satu pelaku UMKM yang terdampak adalah produsen kerupuk siap saji.

Persoalannya, produsen tidak berani menaikkan harga jual kerupuk karena kondisi pasar lagi sepi.

Sementara, biaya produksi membengkak dampak kenaikan harga plastik dan minyak goreng. 

Seperti dialami Bayu Prasetyo (39), produsen kerupuk di Jl Sumba, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. 

Di pertengahan Ramadan lalu, bapak dua anak ini dikejutkan dengan kenaikan tajam harga plastik dan minyak goreng yang hampir bersamaan. 

Padahal, plastik dan minyak goreng juga menjadi bahan utama yang mendukung usaha kerupuk matang milik Bayu. 

"Dampaknya (kenaikan harga plastik dan minyak goreng) sangat besar terhadap usaha saya. Terutama kenaikan harga plastik yang hampir 100 persen," kata Bayu, Sabtu (11/4/2026). 

Baca juga: Pemprov Jatim Prihatin OTT Gatot Sunu Wibowo, Minta Publik Tunggu Proses Hukum KPK

Saat itu, Bayu bersama istrinya sedang menggoreng kerupuk di ruang belakang rumahnya. 

Proses penggorengan kerupuk menggunakan tungku kayu. Di atas tungku kayu terdapat dua wajan ukuran besar. 

Istri Bayu terlihat memasukkan krecek kerupuk ke wajan berisi minyak goreng.

Beberapa detik kemudian, Bayu mengangkat kerupuk yang sudah matang dari wajan. 

Di samping tempat penggorengan, terdapat satu pekerja sedang mengemas kerupuk ke dalam plastik. 

"Harga plastik naik sejak pertengahan Ramadan. Harga plastik yang biasanya Rp 1.000 naik menjadi Rp 2.000. Naiknya 100 persen," ujarnya. 

Hampir bersamaan, kata Bayu, harga minyak goreng ikut menyusul naik. Harga minyak goreng curah yang biasanya Rp 16.000-Rp 17.000 per kilogram, naik menjadi Rp 22.000 per kilogram. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved