Sabtu, 11 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Arus Mudik di Terminal Patria Blitar Terlihat di H-6 Lebaran, Penumpang Datang Hampir 3.000 Orang

Jumlah penumpang di Terminal Tipe A Patria Blitar mulai meningkat dibandingkan hari normal pada H-6 Lebaran

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
ARUS MUDIK: Suasana di tempat pemberangkatan penumpang Terminal Patria Blitar, Senin (16/3/2026). Arus mudik di Terminal Patria mulai terjadi pada H-6 Lebaran kemarin. 

Ringkasan Berita:

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Jumlah penumpang bus di Terminal Tipe A Patria Blitar mulai meningkat dibandingkan hari normal pada H-6 Lebaran 2026 atau Minggu (15/3/2026). 

Jumlah penumpang bus datang di Terminal Patria pada H-6 Lebaran mencapai hampir 3.000 orang. 

Di hari biasa, rata-rata jumlah penumpang datang di Terminal Patria hanya sekitar 1.000 orang per hari. 

"Arus mudik di terminal sudah terjadi mulai kemarin (Minggu). Kemarin terpantau, sudah ada peningkatan jumlah penumpang di terminal," kata Kepala Terminal Tipe A Patria Blitar, Verie Sugiharto, Senin (16/3/2026) 

Verie mengatakan, jumlah penumpang datang pada H-6 Lebaran kemarin ada lebih 2.950 orang.

Sedang jumlah penunpang berangkat pada H-6 Lebaran sebanyak 2.176 orang. 

"Kemarin peningkatan penumpang lumayan tinggi dibandingkan hari biasa. Hari biasa, rata-rata jumlah penumpang datang sekitar 1.000 orang per hari," ujarnya. 

Verie memprediksi, puncak arus mudik Lebaran di Terminal Patria terjadi pada H-4 sampai H-1 Lebaran atau pada 17-20 Maret 2026.

Baca juga: Arus Lalu Lintas Perbatasan Trenggalek-Tulungagung Masih Landai di H-5 Lebaran 2026

Saat puncak arus mudik itu, jumlah total penumpang baik datang maupun berangkat di Terminal Patria diperkirakan bisa mencapai 7.500 orang per hari. 

"Untuk puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24-29 Maret 2026," katanya. 

Dikatakannya, penambahan armada bus saat angkutan Lebaran diperbolehkan maksimal 30 persen dari biasanya. 

Jumlah total armada bus di Terminal Patria Blitar saat angkutan Lebaran sekitar 180 unit sampai 190 unit. 

"Kemarin mulai ada penambahan armada, tapi masih 10 persen. Penambahan kendaraan maksimal hanya 30 persen," ujarnya.

Untuk tarif, kata Verie, bus AKDP atau bus ekonomi tidak ada kenaikan tarif. 

Kalaupun ada kenaikan tarif bus ekonomi, toleransi kenaikan tarifnya maksimal hanya 10 persen.

"Kalau untuk tarif bus non-ekonomi, kenaikan tarifnya mulai 10 persen sampai 80 persen, bahkan ada yang 100 persen. Kenaikan tarif bus non-ekonomi sesuai jenis pelayanannya," katanya.

(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved