Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terbaru Kota Blitar

Ibu di Kota Blitar Ini Olah Bunga Mawar Jadi Minuman Menyegarkan

Widianing Restu Palupi, ibu rumah tangga asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, ini cukup kreatif

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Samsul Hadi
MINUMAN SARI MAWAR: Palupi menunjukkan produk minuman olahan dari bunga mawar di rumahnya Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu (13/12/2025) 

Ringkasan Berita:
  • Widianing Restu Palupi (29), ibu rumah tangga asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, ini cukup kreatif. 
  • Ibu dua anak ini membuat minuman olahan dari sari bunga mawar
  • Bunga mawar yang identik dengan bunga ziarah kubur itu, ia kreasi menjadi minuman yang menyegarkan

TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Widianing Restu Palupi (29), ibu rumah tangga asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, ini cukup kreatif. 

Ibu dua anak ini membuat minuman olahan dari sari bunga mawar. Bunga mawar yang identik dengan bunga ziarah kubur itu, ia kreasi menjadi minuman yang menyegarkan.

Palupi, panggilan akrab Widianing Restu Palupi terlihat ikut memberikan pelatihan pembuatan minuman olahan sari bunga mawar kepada ibu-ibu di halaman rumah warga Kelurahan Rembang, Sabtu (13/12/2025). 

Dengan telaten, Palupi memberikan contoh cara membuat minuman olahan sari bung mawar kepada ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) di lingkungannya. 

Para ibu peserta pelatihan juga terlihat antusias mempraktikkan cara pembuatan minuman olahan sari bunga mawar

Mereka merebus kelopak bunga mawar, lalu mengambil sarinya untuk dijadikan minuman bunga mawar.

"Kebetulan hari ini ada pelatihan pembuatan minuman sari bunga mawar. Saya ingin, ibu-ibu di lingkungan kami juga ikut memproduksi minuman sari bunga mawar," kata Palupi.

Palupi memang punya cita-cita menjadikan lingkungannya sebagai kampung bunga mawar beserta semua produk olahannya. 

Selain diberi pelatihan membuat produk olahan dari bunga mawar, para ibu juga diajak menanam bunga mawar di pekarangan kosong rumah. 

"Ke depan, kami ingin, lingkungan kami menjadi kampung bunga mawar dan produk olahan dari bunga mawar," ujarnya. 

Palupi sendiri masih belum lama memproduksi minuman olahan sari bunga mawar, baru sekitar dua tahunan. 

Awalnya, ia melihat potensi banyak warga menanam bunga mawar di lingkungannya. 

Bunga mawar yang ditanam warga itu biasanya hanya dijual untuk keperluan bunga ziarah kubur. 

"Beberapa warga di sini menanam bunga mawar. Biasanya bunga mawar dijual buat ziarah kubur. Saya berpikir bagaimana bunga ini bisa memiliki nilai jual lebih tinggi. Akhirnya, saya punya ide buat minuman sari mawar," ujarnya. 

Baca juga: Destinasi Wisata Pantai di Trenggalek Wajib Dikunjungi saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Palupi bersama beberapa ibu lain kemudian mencoba memproduksi minuman olahan sari bunga mawar

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved