Minggu, 26 April 2026

Fenomena Bendera One Piece

Personel TNI Datangi Rumah Dokter di Bondowoso Karena Pasang Bendera One Piece

Karena memasang bendera One Piece, rumah seorang dokter ASN di Bondowoso, Jawa Timur, didatangi oleh personel TNI

Penulis: Sinca Ari Pangestu | Editor: Sri Wahyuni
TribunMataraman.com/Sinca Ari Pangistu
ONE PIECE - Rumah Dokter Yusdeni Lanasakti, di Kecamatan Bondowoso, Jawa Timur dipasangi bendera One Piece dengan posisi lebih rendah dari Bendera Merah Putih, pada Senin (11/8/2025) 

TRIBUNMATARAMAN.COM I BONDOWOSO - Karena memasang bendera One Piece, rumah seorang dokter ASN di Bondowoso, Jawa Timur, didatangi oleh personel TNI, Jumat (8/8/2025).  

Rumah itu milik dokter bernama Yusdeny Lanasakti.

Keberadaan bendera One Piece di rumah dokter itu ramai di media sosial.

Videonya pun ramai ditonton di media sosial TikTok pribadi dokter bernama Yusdeny Lanasakti.

Hingga berita ditulis, videonya sudah ditonton sebanyak 241,4 ribu dan mendapatkan 1.200 komenan.

Ditemui Tribun Jatim Network, Yusdeni Lanasakti mengaku memasang bendera One Piece di rumahnya dengan posisi lebih rendah dari bendera Merah Putih.

Pemasangan bendera merah putih telah dipasang sejak 1 Agustus 2025. Kemudian, sehari berikutnya, Yusdeni memasang bendera One Piece di lantai ke dua rumahnya. Ukurannya 80x120 cm, dan pesan dipercetakan.

Kemudian, dua anggota TNI datang ke rumahnya beberapa hari lalu. Kedatangan anggota TNI itu disebut untuk mengklarifikasi pemasangan bendera One Piece di pagar lantai 2 rumah dokter spesialis penyakit dalam tersebut, di Kecamatan/Kabupaten Bondowoso.

"Saya pasang bendera itu setelah saya pasang bendera merah putih. Bahkan tidak saya kibarkan, saya hanya tempel dan dipasang dipagar," ujarnya dikonfirmasi pada Senin (11/8/2025).

Baca juga: Damkar Tulungagung Evakuasi Pendaki Gunung Cemenung, Terjatuh dan Pingsan Saat Turun

Ia mengakui pemasangan bendera Anime itu memang bagian dari bentuk protesnya pada negara. Karena kondisi bangsa yang dinilainya tak baik-baik saja.

Menurutnya berbagai indikator menunjukkan kondisi bangsa saat ini tidak sehat. Terutama pajak, yang sangat mencekik rakyat.

Belum lagi, setiap hari masyarakat ditayangkan dengan kondisi negeri yang tidak baik. Tak terkecuali soal hukum dan ekonomi.

"Pajak itu mencekik rakyat. Dimana-mana dipajak. Itu yang saya pingin protes," ujar pria penggagas Komunitas Makelar Akhirat sejak 2015 itu.

Ia mengaku tahu persis bagaimana sulitnya kondisi saat ini. Lebih-lebih dia tiap pekan menjadi relawan kemanusiaan bersama anggota Mekelar Akhirat.

Tiap minggu memberikan bantuan ke pelosok. Tak hanya di Bondowoso, namun juga di Jember dan Situbondo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved