Jember Fashion Carnival 2025
Peserta WACI JFC 2025 Asal Nganjuk Kenakan Kostum Seberat 20 Kilogram
Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) kembali digelar di rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025
Penulis: Imam Nawawi | Editor: Sri Wahyuni
TRIBUNMATARAMAN.COM I JEMBER - Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) kembali digelar di rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025.
WACI merupakan parade kebudayaan dan kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia, yang dihelat dalam rangkaian JFC.
Peserta WACI 2025 di antaranya dari kawasan Mataraman yakni Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Zahra Alinsyah Lidori, satu di antaranya. Remaja 16 tahun asal Kabupaten Nganjuk ini tampil secara maksimal di WACI JFC 2025, Sabtu (9/8/2025).
Dia mengenakan kostum sebesar 20 kilogram, sambil berjalan di runway sepanjang 2, kilometer.
Meskipun berat, talent JFC perempuan ini mampu menyelesaikan perjalanannya, meskipun kostum yang digunakan mudah terbawa angin.
"Kalau ada angin sih menerpa (kostum diatas kepala) saya mau mundur saya. tapi ya masih nahan sih," ujarnya.
Baca juga: Naik Kelas Jadi Tipe B, RSUD dr Soedomo Trenggalek Siapkan Tiga Subspesialis
Menurutnya, kostum yang digunakan dalam JFC ini menampilkan adat dan peradaban Mataraman, dengan adanya beberapa candi dikawasan tersebut.
"Kayak candi-candi sejenis di Jawa Tengah. Kostum ini buatan sendiri dari kontingen Ngajuk," ucap perempuan yang akrab disapa Alin.
Alin menjelaskan, kostum ini dibuat dari bahan spons yang dirancang sedemikian rupa oleh tim. Sehingga terciptalah busanan ini.
"Baju buat sendiri serta kostum yang besar. Untuk pembuatannya butuh waktu tiga bulanan," tuturnya.
Lebih lanjut, Alin menjelaskan pembuatan paling sulit di kostum ini adalah merancang bagian mahkota serta memadukan manik-manik.
"Ini paling sulit, dan butuh waktu lama, apalagi bahannya pembuatan mahkota dari spons. Beruntung bahanya mudah diperoleh di toko-toko," katanya.
Alin menjelaskan, seluruh biaya pembuatan kostum ini kisaran Rp 10 jutaan. Namun jumlah pastinya masih belum dihitung.
"Karena kami tidak sempat menghitung, lupa soalnya bahannya banyak. Kalau bahan habis langsung beli gitu," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/mataraman/foto/bank/originals/Defile-WACI-asal-nganjuk.jpg)